Ilustrasi, geliat perekonomian di Vietnam. Foto: vietnam-briefing.com
Tumbuh 8 Persen: Menelusuri Faktor di Balik Ekonomi Pesat Vietnam
Eko Nordiansyah • 15 January 2026 18:30
Jakarta: Vietnam kembali membuktikan posisinya sebagai “Naga Ekonomi” baru di Asia Tenggara. Di tengah gejolak ekonomi global, Kantor Statistik Nasional (National Statistic Office) melaporkan pertumbuhan negara ini pada 2025 mencapai 8,02 persen.
Vietnam berhasil menempatkan diri sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia pada 2025. Tren positif ini menandai hat-trick kenaikan ekonomi berturut-turut. Di tahun sebelumnya tepatnya 2023, ekonomi Vietnam tumbuh 5,05 persen, kemudian meningkat pesat pada 2024 sebesar 7,09 persen.
Di 2025, ekonomi Vietnam kembali melesat di angka 8,02 persen. Pertumbuhan ekonomi Vietnam 2025 menunjukkan konsistensi negara dalam mempertahankan momentum ekspansi ekonomi di tengah dinamika global .
Formula kunci pertumbuhan Vietnam
Kepala Kantor Statistik Vietnam Nguyen Thi Huong, merumuskan formula kunci di balik keberhasilan pertumbuhan ekonomi Vietnam pada 2025, di antaranya sebagai berikut:- Tekad yang tinggi dari seluruh sistem politik.
- Efektivitas serta waktu yang tepat dalam menjalankan kebijakan pemerintah.
- Ketegasan pemerintah dalam menjalankan kebijakan.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Kemenkeu)
Fondasi pertumbuhan ekonomi Vietnam
Dari formula di atas terciptalah pilar-pilar utama yang menjadi fondasi ekonomi Vietnam. Fondasi tersebut berasal dari konsumsi domestik yang kuat serta aliran Penanaman Modal Asing (FDI) yang signifikan.Namun, motor penggerak terbesar tetap berasal dari sektor jasa, yang mencatat pertumbuhan 8,62 persen dan menyumbang lebih dari 51 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi. Lonjakan ini juga tak lepas dari booming sektor pariwisata, yang telah menjadi salah satu kekuatan pendorong utama ekonomi nasional.
Pada tahun 2025 lalu, kerja keras pemerintah Vietnam membuahkan hasil Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang tembus di angka USD489,07 miliar atau sekitar VND12,85 kuadriliun. Angka tersebut naik sebesar USD38 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)