Perundingan teknis AS-Iran yang dimediasi Qatar dan Pakistan berlangsung di Burgenstock, Swiss, Minggu, 21 Juni 2026. (Anadolu Agency)
Qatar dan Pakistan Umumkan Komite Pengawas Khusus Implementasi MoU AS-Iran
Willy Haryono • 22 June 2026 15:55
Burgenstock: Qatar dan Pakistan mengumumkan pembentukan Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang telah disepakati Amerika Serikat dan Iran.
Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari perundingan lanjutan yang berlangsung di Burgenstock, Swiss, sebagai bagian dari upaya implementasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Qatar pada Senin, 22 Juni 2026, kedua negara mediator menyatakan komite khusus tersebut akan berperan memberikan pengawasan politik terhadap proses mediasi dan implementasi kesepakatan.
“Berdasarkan MoU tersebut, pihak-pihak terkait telah sepakat membentuk Komite Tingkat Tinggi yang akan memberikan pengawasan politik terhadap upaya mediasi,” ujar isi pernyataan bersama yang dikutip Antara.
Bentuk Jalur Komunikasi Langsung
Selain pembentukan komite, para pihak juga menyepakati pembentukan jalur komunikasi langsung selama masa berlaku MoU.Mekanisme tersebut dirancang untuk mencegah terjadinya insiden maupun kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu proses perdamaian.
Menurut pernyataan tersebut, salah satu tujuan utama dari jalur komunikasi langsung adalah menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar internasional.
Fokus pada Kesepakatan Final
Komite Tingkat Tinggi dibentuk sebagai bagian dari implementasi MoU Islamabad yang dicapai Amerika Serikat dan Iran melalui mediasi Qatar dan Pakistan.Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk merundingkan perjanjian final yang mencakup sejumlah isu strategis.
Topik yang akan dibahas meliputi program nuklir Iran, pencabutan sanksi Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta langkah-langkah menuju penghentian konflik secara permanen di kawasan.
Pada 18 Juni lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU tersebut secara elektronik setelah tercapainya kesepahaman 14 poin yang diumumkan pada 14 Juni.
Saat ini, perundingan lanjutan masih berlangsung di Swiss dengan fokus pada aspek teknis dan implementasi berbagai poin yang telah disepakati.
Delegasi dari Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan terus melakukan pembahasan guna menyusun mekanisme pelaksanaan yang lebih rinci sebelum memasuki tahap negosiasi final.
Pembentukan Komite Tingkat Tinggi dan jalur komunikasi langsung dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga momentum diplomasi sekaligus mengurangi risiko ketegangan baru selama proses negosiasi berlangsung.
Keberhasilan implementasi MoU Islamabad dipandang akan menjadi faktor utama dalam menentukan apakah kedua negara dapat mencapai kesepakatan permanen yang mencakup isu nuklir, keamanan regional, serta stabilitas jalur perdagangan energi internasional.
Baca juga: AS-Iran Capai Terobosan Awal, Sepakati Roadmap 60 Hari Menuju Kesepakatan Damai