Ragam kue keranjang yang dijual di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.
Laku Keras! Kue Keranjang Jadi Primadona di Kawasan Glodok
Husen Miftahudin • 11 February 2026 11:17
Jakarta: Menjelang Perayaan Imlek 2577 Kongzili, kue keranjang atau Nian Gao menjadi salah satu makanan yang banyak diburu di Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Kue bertekstur lengket dan manis ini menjadi figur penting dalam setiap perayaan Imlek, karena melambangkan kemakmuran dan peningkatan rezeki setiap tahunnya.
Penjual kue keranjang di Kawasan Glodok, Natalia (37) mengatakan, kue keranjang memiliki filosofi mendalam pada momen perayaan Imlek. Teksturnya yang lengket diibaratkan menjadi penyatu keluarga, sehingga dapat membentuk keharmonisan.
"Kue keranjang itu memang kan penyatu keluarga, jadi setiap perayaan itu kita keluarga dari jauh-jauh pun harus ngumpul balik ke rumah dan makan kue keranjang ini. Kue keranjang ini kan lengket, jadi itu ibarat kata untuk keharmonisan keluarga, biar semakin dekat," ungkap Natalia saat ditemui di Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Natalia mengungkapkan, setiap tahunnya kue keranjang adalah primadona yang banyak dicari. Meski belum dapat dipastikan berapa kenaikan omzet pada tahun ini, namun penjualan secara online mulai mengalami peningkatan.
"Setiap tahun pasti ada, karena kan mereka pakai untuk sembahyang, kue keranjang kan bisa untuk menghantar ke saudara-saudara, atau besan-besan, ke rekan kerja. Jadi untuk musiman, pasti kue keranjang itu nomor satu sih yang dicari," kata dia.

(Pedagang kue keranjang di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)
Penjual kue keranjang di Kawasan Glodok, Natalia (37) mengatakan, kue keranjang memiliki filosofi mendalam pada momen perayaan Imlek. Teksturnya yang lengket diibaratkan menjadi penyatu keluarga, sehingga dapat membentuk keharmonisan.
"Kue keranjang itu memang kan penyatu keluarga, jadi setiap perayaan itu kita keluarga dari jauh-jauh pun harus ngumpul balik ke rumah dan makan kue keranjang ini. Kue keranjang ini kan lengket, jadi itu ibarat kata untuk keharmonisan keluarga, biar semakin dekat," ungkap Natalia saat ditemui di Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Natalia mengungkapkan, setiap tahunnya kue keranjang adalah primadona yang banyak dicari. Meski belum dapat dipastikan berapa kenaikan omzet pada tahun ini, namun penjualan secara online mulai mengalami peningkatan.
"Setiap tahun pasti ada, karena kan mereka pakai untuk sembahyang, kue keranjang kan bisa untuk menghantar ke saudara-saudara, atau besan-besan, ke rekan kerja. Jadi untuk musiman, pasti kue keranjang itu nomor satu sih yang dicari," kata dia.
| Baca juga: Jelang Imlek 2026, Kawasan Glodok Mulai Dipadati Pembeli |

(Pedagang kue keranjang di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)
Harga kue keranjang beragam
Pedagang kue keranjang lainnya, Ana (48), justru mengaku merasakan kelesuan pasar yang cukup drastis tahun ini. Menurutnya, jumlah pesanan dari pelanggan lama yang biasanya menjadi sumber pemasukan online kini merosot tajam hingga 50 persen.
"Tahun ini agak kurang dibandingkan tahun kemarin, masih banyak yang tahun kemarin. Biasa online ya, terus sama langganan-langganan lama aja. Cuma langganan yang lama biasanya ngambilnya banyak sekarang turun setengah," ujar Ana saat diwawancarai di Kawasan Pecinan Glodok.
Ana mengatakan, penurunan daya beli ini diduga terjadi karena jarak perayaan Imlek yang berdekatan dengan momentum bulan Ramadan dan Lebaran, sehingga masyarakat cenderung memperketat pengeluaran mereka. "Mungkin karena nabrak sih ya, habis kan nanti puasa, mau Lebaran," jelas dia.
Dengan kisaran harga yang bervariasi, mulai dari Rp45 ribu hingga Rp70 ribu untuk kue keranjang dan Rp40 ribu untuk kue satu, Ana berharap, penjualan tahun mendatang dapat lebih baik dibandingkan tahun ini.
"Untuk kue keranjang mulai Rp45 ribu sampai Rp70 ribu. Kalau untuk kue satu itu Rp40 ribu, dodol Rp25 ribu sampai Rp50 riu. Harapannya ya tahun depan lebih baik lah," ucap Ana saat mengakhiri pembicaraan. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com