Aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Internasional Imam Khomeini di Iran. (Anadolu Agency)
Iran Kembali Buka Penerbangan Komersial di Tengah Upaya Diplomasi
Willy Haryono • 25 April 2026 16:47
Teheran: Iran kembali membuka penerbangan komersial dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Sabtu, 25 April 2026, untuk pertama kalinya sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pecah sekitar dua bulan lalu.
Media pemerintah melaporkan sejumlah penerbangan telah berangkat menuju Istanbul, Muscat di Oman, serta Madinah di Arab Saudi.
Dikutip dari India Today, pembukaan kembali ini menyusul pelonggaran sebagian wilayah udara Iran awal bulan ini, setelah gencatan senjata dengan AS menghentikan pertempuran aktif.
Langkah tersebut terjadi di tengah intensifikasi upaya diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah menggelar dua putaran pertemuan dengan pimpinan militer dan politik Pakistan di Islamabad sejak Jumat malam.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut delegasi Iran akan melanjutkan pembicaraan dengan para pejabat tinggi, sementara utusan Amerika Serikat dijadwalkan tiba pada Sabtu.
Gedung Putih mengonfirmasi Presiden AS Donald Trump akan mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner ke Pakistan guna menghidupkan kembali negosiasi gencatan senjata dengan Teheran.
Namun demikian, Iran menegaskan tetap menolak pembicaraan langsung dengan AS dan akan menyampaikan posisi mereka melalui Pakistan sebagai mediator.
Upaya Diplomatik AS-Iran
Upaya diplomatik terbaru ini dilakukan di tengah gencatan senjata tanpa batas waktu yang menghentikan sebagian besar pertempuran, tetapi belum memulihkan kondisi ekonomi. Gangguan masih terjadi, terutama pada pengiriman energi global akibat penutupan Selat Hormuz.Pakistan sendiri terus berupaya mempertemukan kembali Washington dan Teheran ke meja perundingan, setelah AS memperpanjang gencatan senjata menyusul permintaan Islamabad.
Sebelumnya, Araghchi dan utusan AS sempat menggelar pembicaraan tidak langsung di Jenewa pada 27 Februari terkait program nuklir Iran, namun tidak mencapai kesepakatan. Sehari setelahnya, Israel dan AS melancarkan aksi militer terhadap Iran.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pengiriman utusan tersebut bertujuan “untuk mendengar langsung posisi Iran”, seraya menyebut adanya “sejumlah kemajuan” dari pihak Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Menlu Iran Bertemu Panglima Pakistan, Bahas Lanjutan Negosiasi dengan AS