Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Foto: Instagram @sekretariat.kabinet.
Usai Lawatan Luar Negeri, Prabowo Kumpulkan Kabinet di Hambalang
Fachri Audhia Hafiez • 25 January 2026 23:04
Bogor: Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas usai menyelesaikan lawatan luar negeri dengan menggelar pertemuan bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 25 Januari 2026. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi dan mengecek perkembangan sejumlah program strategis nasional.
Hadir dalam pertemuan strategis tersebut di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto. Turut hadir pula Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Muhammad Herindra, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk memberikan masukan komprehensif terkait kebijakan pemerintah ke depan.
Berdasarkan informasi resmi dari Instagram Sekretariat Kabinet, Kepala Negara menerima laporan mendalam dari berbagai sektor krusial. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dari Menko Pangan, pembaruan sektor energi minyak dan gas dari Menteri ESDM, hingga penguatan kerja sama pendidikan tinggi serta sektor minerba dari Mendiktisaintek.
Selain itu, sektor keuangan dan perbankan turut menjadi fokus bahasan bersama Menteri Keuangan. Di bidang keamanan, Presiden menerima pembaruan terkait sektor pertahanan dari Menteri Pertahanan dan Panglima TNI. Sektor hukum juga tak luput dari pantauan, di mana Jaksa Agung melaporkan perkembangan terkini mengenai penertiban kawasan hutan.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Foto: Instagram @sekretariat.kabinet.
Pertemuan di Hambalang ini menegaskan komitmen Prabowo untuk memastikan seluruh kementerian bekerja sesuai target. Terutama dalam mengakselerasi program-program yang bersentuhan langsung dengan ketahanan pangan, energi, dan stabilitas nasional pascakunjungan diplomatiknya.