Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Bela Agen Federal ICE dalam Insiden Penembakan Kedua di Minneapolis
Willy Haryono • 25 January 2026 18:02
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak memahami alasan masyarakat mengecam penembakan oleh agen federal di Minneapolis, Minnesota, yang merupakan insiden kedua dalam bulan ini. Ia menilai kepolisian setempat seharusnya melindungi aparat penegak hukum federal.
Sebelumnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan seorang petugas patroli perbatasan melepaskan tembakan karena khawatir terhadap keselamatannya. Menurut DHS, aparat imigrasi (ICE) tengah melakukan penggerebekan terhadap imigran ilegal ketika seorang pria mendekati mereka sambil membawa senjata api.
Dengan argumen tidak mampu melucuti senjata dari pria tersebut, aparat akhirnya terpaksa melepaskan tembakan. DHS menyebut senjata itu berisi peluru dan dilengkapi dua magasin tambahan.
“Itu senjata milik pelaku, berisi peluru dengan dua magasin lain yang masih penuh. Ada apa sebenarnya? Di mana polisi setempat? Kenapa mereka tidak boleh melindungi petugas ICE?” tulis Trump di akun Truth Social pada Sabtu kemarin.
Trump juga menuding negara bagian Minnesota menutup-nutupi dugaan pencurian miliaran dolar dari anggaran negara. Ia menuduh para pemimpin negara bagian tersebut dan Pemerintah Kota Minneapolis telah memicu ketegangan melalui retorika yang berbahaya.
Sebelumnya dilaporkan, kendaraan berat dikerahkan ke sebuah jalan di Minneapolis, lokasi seorang pria bersenjata tewas ditembak oleh agen federal dalam operasi penggerebekan anti-imigrasi.
Insiden ini menyusul peristiwa serupa pada awal Januari, ketika seorang petugas imigrasi menembak seorang pengunjuk rasa di Minneapolis yang menolak keluar dari mobilnya. Petugas tersebut meyakini perempuan itu berusaha menabrak aparat.
Baca juga: Seorang Pria Tewas Ditembak dalam Operasi Pengetatan Imigrasi di Minneapolis