Wali Kota Bekasi Tegaskan Banjir di Wilayahnya Akibat Hujan Lokal

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Antonio/MTVN

Wali Kota Bekasi Tegaskan Banjir di Wilayahnya Akibat Hujan Lokal

Antonio • 23 January 2026 22:12

Bekasi: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan banjir yang terjadi di wilayahnya bukan akibat kiriman dari daerah lain. Ia menyebut banjir yang merendam Kota Bekasi terjadi karena tingginya curah hujan selama dua hari terakhir, 22-23 Januari 2026.

"Ya, jadi memang dua hari ini hujan yang cukup tinggi, dan ini alhamdulillah juga karena hujannya hujan lokal. Jadi hanya hujan yang kemudian dari Kota Bekasi," kata Tri Adhianto di Perumahan Pondok Hijau Permai pada Jumat, 23 Januari 2026.

Tri mengatakan wilayah hulu seperti Bogor masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pihaknya tetap akan mengantisipasi potensi banjir kiriman. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, terdapat 17 titik banjir yang tersebar di sembilan dari 12 kecamatan. Ketinggian banjir bervariasi antara 30 hingga 150 sentimeter. BPBD terus melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak.

Tri menjelaskan, banjir di wilayah seperti Narogong dan Rawalumbu sulit surut karena terkendala sistem drainase. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Perumahan Pondok Hijau Permai (genangan 1,5 meter), Perumahan Taman Narogong Indah, dan Perumahan Bumi Bekasi Utara.
 


Ia menyebut aliran Kali Busa di Kabupaten Bekasi yang tersendat menjadi penyebab utama. Hambatan ini menyebabkan polder seluas 3,8 hektar di Aren Jaya tidak mampu menampung air, sehingga meluap ke permukiman.

"Nah, saya kira kinerja Kali Busa yang mungkin agak terhambat sehingga air dari kita pun juga agak sulit ya. Karena sampai kondisi hari ini, polder 3,8 hektar yang ada di Aren Jaya tidak bisa mampu juga menampung," kata Tri.


Banjir di Perumahan Pondok Hijau Permai pada Jumat, 23 Januari 2026.

Menurutnya, penurunan genangan baru bisa terjadi setelah aliran di Kali Busa dan wilayah sekitarnya normal kembali. "Kita menunggu Kali Busa kering, Aren Jaya selesai, Bulak Kapal selesai, Jatimulya selesai, baru PHP (Pondok Hijau Permai), kemudian baru nanti Narogong," ujar Tri.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Bekasi berencana membuat sodetan dari Narogong ke Rawalumbu. "Kita cari paling yang terdekat dengan mungkin bisa kita buang ke Rawalumbu, karena hari ini tadi Rawalumbu juga sudah selesai jam 10 pagi, tidak ada lagi genangan yang ada di Bumi Bekasi Baru," jelas Tri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)