RSUD RA Kartini Jepara Siapkan Ruang Isolasi Antisipasi Kasus Super Flu

RSUD RA Kartini Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

RSUD RA Kartini Jepara Siapkan Ruang Isolasi Antisipasi Kasus Super Flu

Rhobi Shani • 5 January 2026 17:01

Jepara: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis temuan virus influenza tipe A subvarian H3N2 atau Super Flu di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Tengah. Tapi, hingga kini Kabupaten Jepara belum mencatat adanya kasus Super Flu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, memastikan belum ada laporan terkait penyakit tersebut di wilayahnya. Meski begitu, masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Sampai saat ini belum ada laporan masuk,” kata Hadi, Senin, 5 Januari 2025.


Ilustrasi virus. Medcom

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara, dr Teguh Wibowo, menegaskan pencegahan terbaik dari penularan Super Flu adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Caranya antara lain menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun mengalir, serta menjaga jarak dari orang yang sedang sakit.

“Selain itu, menjaga jarak dari orang yang sakit, serta melakukan imunisasi influenza terutama untuk balita. Dianjurkan untuk cukup istirahat, cukup minum air putih, serta makan makanan yang bergizi,” terang Teguh.

Teguh menjelaskan Super Flu memiliki karakteristik lebih agresif, mudah menyebar, dan dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu biasa.

Sebagai langkah antisipasi, RSUD RA Kartini Jepara meningkatkan kewaspadaan melalui skrining kesehatan dan menyiapkan ruang isolasi bagi pasien yang terindikasi Super Flu.

“Mekanisme yang kami siapkan adalah meningkatkan kewaspadaan dan skrining baik di rawat jalan maupun IGD. Dan jika ada pasien yang terindikasi penyakit tersebut, kami menyiapkan ruang rawat inap isolasi di Lavender 1,” ujar Teguh.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik. Teguh menegaskan tingkat keganasan Super Flu tidak sekuat Covid-19. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan terutama pada kelompok rentan.

“Hanya untuk orang dengan lansia/imunokompromised harus hati-hati karena bisa menjadi komorbid yang harus memerlukan tatalaksana rawat inap,” pungkas Teguh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)