Sandiaga Uno Dukung Gerakan Sungai Watch

Kampanye penyelamatan lingkungan bertajuk ‘Run for Rivers’ yang diinisiasi oleh organisasi nirlaba Sungai Watch. Foto: Dok. Istimewa.

Sandiaga Uno Dukung Gerakan Sungai Watch

Fachri Audhia Hafiez • 31 May 2026 15:36

Jakarta: Kampanye penyelamatan lingkungan bertajuk ‘Run for Rivers’ yang diinisiasi oleh organisasi nirlaba Sungai Watch menuai berbagai dukungan. Aksi nyata membersihkan ekosistem sungai di Indonesia ini dinilai menjadi refleksi penting dalam menghentikan kebocoran sampah plastik ke lautan.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya teman-teman yang sangat luar biasa, Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib pendiri Sungai Watch yang berhasil menuntaskan ekspedisi lari ‘Run for Rivers’ dari Bali ke Jakarta sejauh 1.200 KM,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024, Sandiaga Uno, saat menemui para pendiri Sungai Watch di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 30 Mei 2026.
 


Sandiaga menegaskan bahwa aksi maraton yang melintasi 5 provinsi serta 36 kabupaten/kota selama 58 hari tersebut murni merupakan sebuah gerakan kepedulian, bukan sekadar pencarian sensasi di ruang publik. 

Selama menempuh jarak total 1.260 kilometer, trio Bencheghib bersaudara ini berhasil memetakan titik-titik krusial sungai yang tercemar sekaligus menggalang dana pembersihan.

“Mereka lari dari Bali ke Jakarta, bukan buat cari sensasi. Tapi buat menyelamatkan sungai kita yang sudah banyak sampah dan tercemar. Semoga kita semakin sadar menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 tersebut.

Lebih lanjut, Sandiaga memaparkan bahwa gerakan berbasis komunitas ini selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Pengolahan kembali sampah sungai menjadi produk sekunder dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi baru bagi warga setempat.

“Ini adalah gerakan green economy karena sungai yang bersih itu modal utama untuk memajukan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Gerakan ini juga membawa agenda circular economy karena sampah yang diselamatkan Sungai Watch diolah lagi menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Dari limbah jadi berkah,” jelas Sandiaga.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024, Sandiaga Uno (tengah). Foto: Dok. Istimewa.

Dalam misi sosial yang berakhir di Monas, Jakarta Pusat tersebut, Sungai Watch berhasil mengumpulkan total 22.076 kilogram sampah plastik. Tidak hanya itu, mereka juga mengedukasi ribuan pelajar di belasan sekolah serta mengidentifikasi 108 titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar baru di sepanjang rute yang dilewati.

“Kami berlari setiap hari selama hampir dua bulan. Beberapa hari terasa sangat berat karena panas, jarak, dan beban dari apa yang kami lihat di sungai-sungai ini. Namun, setiap aksi bersih-bersih, kunjungan sekolah, dan komunitas yang ikut berlari bersama kami selalu mengingatkan kami mengapa kami memulai ini semua,” ungkap salah satu pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib.

Sebagai langkah lanjutan, Sungai Watch juga aktif membangun diplomasi lingkungan dengan berdialog bersama 15 pimpinan daerah, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menerima mereka di Istana Wapres. 

Dukungan dana publik melalui kanal resmi mereka kini telah melampaui angka USD200 ribu dan akan terus dibuka hingga akhir Juni 2026 untuk mendanai ekspansi jaring penghalang sampah (trash barriers) di Pulau Jawa.

(Fachri Audhia Hafiez)