Warga Iran menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad. Foto: Xinhua
Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, Rangkaian Prosesi Sepekan Berakhir
Muhammad Reyhansyah • 10 July 2026 14:18
Mashhad: Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad, Kamis, 9 Juli 2026, menandai berakhirnya rangkaian prosesi penghormatan dan pemakaman yang berlangsung selama sepekan.
Mengutip Press TV, prosesi pemakaman diawali dengan salat jenazah di Pelataran Payambar-e Azam sebelum peti jenazah dibawa mengelilingi kompleks makam Imam Reza. Setelah prosesi pemakaman selesai, keluarga menggelar upacara penghormatan secara tertutup.
Putra sulung Ali Khamenei, Seyyed Mostafa Khamenei, memimpin salat jenazah yang diikuti para pelayat di area kompleks makam maupun di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi karena membludaknya massa.
Jutaan orang mengikuti prosesi pemakaman di Mashhad. Sepanjang iring-iringan, para pelayat membawa bendera dan meneriakkan slogan yang mengecam Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Rangkaian penghormatan bagi Ali Khamenei dimulai sejak pekan lalu di Teheran dan berlanjut ke Qom sebelum memasuki tahap berikutnya di Irak, termasuk di Najaf dan Karbala.
Prosesi tersebut juga dihadiri delegasi dari puluhan negara serta para pelayat dari berbagai negara, termasuk Afghanistan, Pakistan, India, Turki, dan Nigeria.
Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Dalam serangan itu, sejumlah anggota keluarganya juga dilaporkan turut menjadi korban.
43 Juta orang pelayat
Puluhan juta warga Iran dan para pengikut dari seluruh dunia mengubah upacara pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei pada Kamis 9 Juli 2026.Proses epik ini menjadi terbesar yang pernah disaksikan dunia.
“Upacara perpisahan dan pemakaman besar selama enam hari untuk Pemimpin yang dihormati tersebut diadakan di lima kota -,Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad,- menarik kerumunan besar dan penuh semangat yang melampaui semua rekor sebelumnya,” lapor Kantor Berita Fars.
Upacara tersebut meliputi tiga hari di Teheran, dua hari berkabung umum di Grand Mosalla dan satu hari prosesi pemakaman utama, dengan masing-masing kota lainnya menyelenggarakan penghormatan selama sehari penuh. Banyak pelayat melakukan perjalanan antar kota, melipatgandakan skala partisipasi dan menciptakan gelombang pengabdian yang berkelanjutan.
“Perkiraan resmi, yang dikumpulkan dari berbagai sumber lapangan dan pemerintah independen, mengonfirmasi bahwa antara 41 dan 43 juta orang ikut serta dalam peristiwa bersejarah tersebut,” sebut Press TV.
Press TV menambahkan, angka-angka ini didasarkan pada kombinasi data yang cermat, termasuk catatan penumpang transportasi umum ke dan dari lokasi upacara, sinyal telepon seluler aktif di area-area penting seperti Mosalla dan rute prosesi utama, durasi kehadiran individu rata-rata sekitar dua setengah jam, perhitungan kepadatan kerumunan terperinci di sepanjang jalur prosesi Teheran, pengukuran area fisik dari Masjid Jamkaran ke Makam Suci di Qom, dan rute dari bandara ke Makam Suci Imam Reza di Mashhad.
Lautan pelayat yang tak berujung, yang telah berkumpul sejak pagi hari, mengiringi kendaraan yang membawa jenazah yang diberkati, mengubah jalan-jalan Mashhad menjadi pemandangan keagungan dan pengabdian yang tak tertandingi.
Skala pertemuan yang luar biasa sulit digambarkan. Sejak kendaraan jenazah memasuki Jalan Imam Reza, kendaraan itu sepenuhnya dikelilingi oleh gelombang pelayat yang datang dari setiap sudut Iran, semuanya bersatu dalam kesedihan dan tekad.
Wajah mereka yang berlinang air mata dan nyanyian penuh semangat memenuhi udara, menciptakan suasana yang oleh para pengamat digambarkan sebagai salah satu perwujudan persatuan nasional yang paling luar biasa dalam sejarah baru-baru ini.