Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. Foto: Istimewa
Kementrans Kebut Penuntasan Rehabilitasi Sekolah dan Sertifikasi Lahan
M Sholahadhin Azhar • 15 July 2026 18:05
Jakarta: Kementerian Transmigrasi mengebut penuntasan rehabilitasi sekolah dan sertifikasi lahan di Lahat, Sumatra Selatan. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan komitmen tersebut melalui peresmian pembangunan sekolah di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kikim, Lahat.
"Program ini fokus untuk menyelesaikan sengketa lahan di kawasan transmigrasi dan melalukan sertifikasi lahan yang ditempati transmigran," kata Viva dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Hal itu diungkap Viva saat peresmian SDN 18 Kikim Timur yang rampung direhabilitasi pada Senin, 13 Juli 2026. Menurut Viva, di berbagai kawasan transmigrasi termasuk di Kikim masih dihadapkan pada tantangan seperti permasalahan lahan seperti tumpang tidih dengan lahan hutan dan belum disertifikasi menjadi SHM.
Merespons hal itu, Viva menegaskan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) merealisasikan program Trans Tuntas. Program tersebut telah menyelesaikan beberapa sengketa lahan dan mensertifikasi ribuan lahan milik transmigran menjadi SHM.
Ada 5 sekolah di sana yang mendapat bantuan dari Kementerian Transmigrasi untuk dibangun dan direhab pada bagian-bagian penting seperti toilet dan ruang kelas.
"Setiap tahun anggaran, program ini Kita jalankan lebih dari seratus sekolah di 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Viva.
Dalam kesempatan itu, Viva Yoga juga menerima aspirasi dari banyak pihak. Bahwa masih ada sekolah yang perlu diperhatikan kondisi bangunannya.
Menanggapi hal itu, Viva mengatakan Kementrans telah bersepakat bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen). Terutama, untuk melakukan pembangunan dan rehabilitasi sekolah termasuk pemenuhan kebutuhan guru. Diungkap Kemendikdasmen membidik pembangunan dan rehabilitasi sekolah di 70.000 titik.
"Dari sini, ribuan sekolah lain di kawasan transmigrasi yang perlu dibangun dan rehab, akan Kita masukan dalam program kerja sama antara Kementrans dan Kemendikdasmen," kata Viva.
Rehabilitasi dan pembangunan sekolah disebut akan dituntaskan sebab hal demikian penting untuk mempersiapkan dan mencetak sumber daya unggul dari kawasan transmigrasi.
"Saya lihat anak-anak sekolah di sini unggul, cerdas, ceria, dan sehat-sehat," kata Viva.
.jpeg)
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. Foto: Istimewa
Di sisi lain, Viva membeberkan transmigran dari Jawa tiba di Lahat pada tahun 1982 dengan penempatan di satuan pemukiman 1 ada 400 KK dan di satuan pemukiman 2 ada 500 KK. Program transmigrasi terus berlangsung sampai 2016 dengan penempatan warga transmigrasi. Setelah 44 tahun, kawasan yang dulu hutan saat ini berubah menjadi desa dengan berbagai fasilitasnya.
"Dulu transmigrasi dilakukan secara top down atau langsung dari program pemerintah pusat," ujar Wamen Viva Yoga.
Sekarang, kata dia, transmigrasi dilakukan secara bottom up, desentralisasi, atas inisiatif atau keinginan pemerintah daerah. Hasilnya, transmigrasi mampu menciptakan kawasan pertumbuhan.
"Maka ada 60 proposal dari bupati untuk membuka kawasan baru transmigrasi," kata Viva.
Ditegaskan Viva, bila pemerintah daerah membutuhkan transmigran maka pemerintah daerah tersebut harus menyediakan lahan yang statusnya clear, clean, dan free.
"Agar tidak terjadi tumpang tindih lahan dan membawa masalah ke depannya," kata Viva.