Status Transisi Pemulihan Erupsi Sinabung Tetap Berlaku hingga 5 Oktober

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Sumatera Utara membagikan masker kepada warga agar terlindung dari paparan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Senin, 31 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Karo

Status Transisi Pemulihan Erupsi Sinabung Tetap Berlaku hingga 5 Oktober

Silvana Febiari • 31 August 2026 18:43

Karo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara masih berlaku aktif selama 90 hari. Status ini terhitung mulai 8 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan status penanganan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 361/559/BPBD/2026 tersebut menjadi landasan utama koordinasi lintas instansi di tengah dinamika aktivitas vulkanik terkini.

"Masih berlaku selama 90 hari, terhitung mulai 8 Juli hingga 5 Oktober 2026," kata Berton seperti dilansir Antara, Senin, 31 Agustus 2026. 


Masa transisi pemulihan tetap berjalan dengan evaluasi ketat terhadap kondisi di lapangan. Langkah ini menyusul keputusan PVMBG Badan Geologi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 12.30 WIB.

Peningkatan status gunung api tersebut dipicu oleh erupsi besar pada Senin siang pukul 12.00 WIB. Tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 3.500 meter di atas puncak yang mengarah ke wilayah Kota Berastagi.

Untuk mendukung penanganan dampak bencana, BPBD Kabupaten Karo membagikan masker kepada warga terdampak abu vulkanik. Masyarakat di zona bahaya juga diimbau segera menuju lokasi aman untuk mengantisipasi erupsi susulan.

Berton menegaskan langkah mitigasi terus disesuaikan dengan memperluas batas aman. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak dan radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara, termasuk di permukiman yang masuk program relokasi.


Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, erupsi dengan kolom abu teramati menjulang hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak. ANTARA/AdeFriadi


Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menyebut belum ada laporan korban maupun pengungsi. Tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan asesmen kebutuhan bantuan.

"Waspadai potensi lahar dingin aliran sungai Sinabung. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik pun diimbau menggunakan masker atau pelindung pernapasan, tetap tenang, dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta instansi berwenang," cetusnya.

(Silvana Febiari)