Ilustrasi bendera Venezuela. (Anadolu Agency)
Venezuela Bebaskan 9 Tahanan Politik, Termasuk Aktivis HAM Javier Tarazona
Willy Haryono • 2 February 2026 13:24
Caracas: Sedikitnya sembilan warga Venezuela, termasuk aktivis hak asasi manusia terkemuka Javier Tarazona, dibebaskan dari pusat penahanan El Helicoide di Caracas pada Minggu, 2 Februari. Pembebasan ini merupakan bagian dari percepatan kebijakan pelepasan tahanan yang diumumkan pemerintah sejak awal Januari, menyusul perubahan besar dalam dinamika politik Venezuela.
Tarazona, yang menjabat Direktur organisasi FundaRedes, akhirnya menghirup udara bebas setelah ditahan lebih dari empat tahun atas tuduhan terorisme dan konspirasi.
“Setelah 1.675 hari, hari yang kami dambakan akhirnya tiba. Kebebasan satu orang adalah harapan bagi semua,” ujar saudara kandungnya, Jose Rafael Tarazona, melalui platform X, seperti dikutip media AsiaOne, Senin, 2 Februari 2026.
Lembaga swadaya masyarakat Foro Penal mengonfirmasi bahwa selain Tarazona, sejumlah nama lain juga dibebaskan, termasuk Mauricio Giampaoli (warga negara ganda Italia–Venezuela), Luis Isturiz (aktivis politik), Rafael Tudares (menantu mantan kandidat presiden oposisi Edmundo González), serta aktivis dan pemimpin politik lokal seperti Yandir Loggiodice dan Guillermo Lopez.
Hingga saat ini, Foro Penal mencatat lebih dari 300 tahanan politik telah dibebaskan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, organisasi tersebut memperkirakan lebih dari 700 orang masih ditahan di berbagai fasilitas penahanan di Venezuela.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez sebelumnya mengusulkan rancangan Undang-Undang Amnesti bagi ratusan tahanan lainnya. Ia juga mengumumkan rencana untuk mengubah El Helicoide, yang selama ini kerap disorot Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia, menjadi pusat olahraga dan layanan sosial.
Percepatan pembebasan tahanan ini terjadi setelah penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat pada 3 Januari lalu. Meski demikian, keluarga para tahanan menilai proses pembebasan masih berjalan lambat dan menuntut penghapusan seluruh catatan kriminal bagi mereka yang dianggap sebagai tahanan politik.
Pemimpin oposisi Venezuela dan peraih Nobel Perdamaian María Corina Machado terus mendesak pemerintah agar membebaskan seluruh tahanan yang tersisa. Beberapa tokoh oposisi yang dilaporkan masih ditahan antara lain politisi Juan Pablo Guanipa, pengacara Perkins Rocha, serta pemimpin partai Voluntad Popular, Freddy Superlano.
Pemerintah Venezuela membantah adanya kategori “tahanan politik” dan menegaskan bahwa mereka yang dipenjara telah melakukan tindak pidana murni. Namun, pembebasan massal ini dipandang sejumlah analis internasional sebagai upaya menciptakan stabilitas nasional dan mendorong rekonsiliasi politik di tengah masa transisi Venezuela. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Venezuela Ajukan RUU Amnesti, Ratusan Tahanan Politik Berpotensi Dibebaskan