Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten. Foto: ANTARA/Desi Purnama Sari.
Badan Geologi: 5 Provinsi Diguyur Abu Vulkanik Anak Krakatau
Lukman Diah Sari • 6 September 2026 12:51
Bandung: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda telah menyebar luas ke lima provinsi. Kelima wilayah tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa pantauan tersebut merupakan hasil gabungan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, informasi Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 milik BMKG.
“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung, dan Bengkulu,” ujar Lana di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 6 September 2026, melansir Antara.
.jpg)
Sumber BPBD DKI Jakarta @bpbddkijakarta.
Lana memaparkan, arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik sangat dinamis karena sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin di berbagai ketinggian. Selain itu, tinggi kolom letusan, durasi erupsi, serta volume material yang dikeluarkan turut memengaruhi luas sebaran.
“Oleh sebab itu, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui secara berkala berdasarkan kondisi meteorologi terkini,” tegasnya.
Ancaman Jalur Penerbangan dan Keselamatan Warga
Menyikapi potensi pergerakan abu yang meluas, Badan Geologi terus menjalin koordinasi intensif dengan otoritas penerbangan. Pembaruan data dilakukan secara real-time guna memastikan keselamatan jalur transportasi udara.“Dampak terhadap operasional bandara ditetapkan oleh otoritas penerbangan berdasarkan informasi abu aktual, perkiraan penyebaran, dan standar keselamatan penerbangan,” papar Lana. Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa dampak erupsi bisa semakin meluas apabila kolom abu bertambah tinggi atau durasi erupsi berlangsung lebih lama, terutama jika angin membawa partikel tersebut langsung ke wilayah padat penduduk.
Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta untuk tidak panik dan senantiasa merujuk pada informasi resmi dari pemerintah, mengingat pergerakan sebaran abu vulkanik tidak dapat diproyeksikan hanya berdasarkan satu kali kejadian erupsi.