Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
BP BUMN Minta Bank Mandiri Tingkatkan Investasi Pengembangan SDM
Husen Miftahudin • 29 July 2026 21:03
Jakarta: Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mendorong Bank Mandiri untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan program pengembangan kompetensi, pelatihan, dan beasiswa bagi pegawai.
Menurut Dony, investasi pada pengembangan talenta menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. "Kalau perlu, biaya training lebih tinggi lagi," ujar Dony dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.
Dony menilai budaya riset (research) dan pengembangan SDM (people development) perlu terus diperkuat sebagai fondasi dalam mendorong inovasi serta menjaga daya saing Bank Mandiri di tengah dinamika industri.
Menurut dia, pengembangan kompetensi, riset, dan inovasi produk harus dipandang sebagai investasi strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
"Research development-nya, product development-nya (juga ditingkatkan). Inilah yang membuat sebuah korporasi sustainable," kata Dony.
Baca Juga :
Bank Mandiri Perkuat Sinergi UMKM Go Global, Dorong Produk Binaan Masuk Pasar Internasional

(Gedung Bnak Mandiri. Foto: dok Bank Mandiri)
Diminta pertahankan budaya kerja adaptif
Dalam pertemuan dengan Direksi Bank Mandiri pada Rabu, 29 Juli 2026, Dony meminta perusahaan tetap mempertahankan budaya kerja yang adaptif, lincah, kolaboratif, dan berorientasi pada kinerja di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis.
Ia menegaskan keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian kinerja saat ini, tetapi juga dari kemampuan mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melanjutkan pertumbuhan perusahaan.
Dony mengingatkan fokus terhadap pencapaian kinerja tidak boleh mengurangi perhatian terhadap pengembangan SDM. Menurutnya, perusahaan harus tetap memberikan ruang bagi pengembangan kompetensi pegawai, termasuk melalui pelatihan dan kesempatan melanjutkan pendidikan.
"Buat saya, lebih penting ini memastikan generasi-generasi berikutnya di Bank Mandiri ini memiliki kapasitas dan kapabilitas masing-masing. Itu penting sekali, jangan nanti kita terlena angka, kita abuse yang lain. Marketing dikurangkan, people development dikurangkan. Pengiriman orang kita sekolah ke luar negeri dikurangkan. Nah, itu enggak boleh," tegas Dony.