Ilustrasi. Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan. ANTARA/Aulia Rahman.
Puncak Kemarau, Pemkab Kobar Perkuat Antisipasi Karhutla
Lukman Diah Sari • 24 July 2026 15:47
Palangka Raya: Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperkuat langkah antisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya potensi kebakaran pada puncak musim kemarau.
Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, mengatakan upaya pencegahan menjadi prioritas pemerintah daerah karena karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga transportasi akibat kabut asap.
"Penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan saat kebakaran sudah terjadi. Yang paling penting adalah memperkuat langkah pencegahan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha hingga masyarakat," kata Nurhidayah, di Pangkalan Bun, Jumat, 24 Juli 2026, melansir Antara.
Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten terus mengoptimalkan koordinasi lintas instansi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat peduli api guna mempercepat deteksi dini dan respons terhadap potensi kebakaran.
Nurhidayah juga meminta seluruh perangkat daerah dan aparat kewilayahan meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan pemantauan daerah rawan, memastikan sarana dan prasarana penanggulangan dalam kondisi siap digunakan, serta memperkuat patroli terpadu selama musim kemarau berlangsung.
-1784792970436(1).jpeg)
Ilustrasi-Petugas memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Majalengka. ( foto : BPBD Majalengka)
Berdasarkan data BPBD Kotawaringin Barat, sejak Januari hingga Juli 2026 telah terjadi sebanyak 63 kejadian karhutla yang berhasil ditangani dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 113,51 hektare. Data tersebut menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas pada periode puncak kemarau.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya diukur dari cepatnya proses pemadaman, tetapi juga dari kemampuan menekan jumlah titik api melalui deteksi dini, patroli rutin, serta partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran.
Nurhidayah menegaskan seluruh elemen masyarakat diharapkan turut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.