ASEAN-Australia Perkuat Kerja Sama Hadapi Ancaman Terorisme Regional

Penguatan kerja sama dalam bidang mengatasi terorisme antara ASEAN dan Australia. Foto: Kedutaan Besar Australia di Jakarta

ASEAN-Australia Perkuat Kerja Sama Hadapi Ancaman Terorisme Regional

Muhammad Reyhansyah • 29 July 2026 20:10

Bali: ASEAN dan Australia memperkuat kerja sama regional dalam upaya penanggulangan terorisme.

Penguatan kerja sama ini diwujudkan melalui Pertukaran Praktik Kontra-Terorisme ASEAN-Australia tentang Pendekatan Praktik Terbaik untuk Melindungi Pusat Keramaian, Target yang Rentan, dan Infrastruktur Penting yang berlangsung di Bali pada 28-29 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh Australia dan Indonesia tersebut mempertemukan perwakilan negara-negara anggota ASEAN, Australia, Sekretariat ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi masyarakat, akademisi, badan olahraga utama, serta sektor swasta. Forum itu menjadi wadah bagi para peserta untuk berbagi praktik terbaik dalam memperkuat kerja sama regional menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang.

Duta Besar Australia untuk Pemberantasan Terorisme, Gemma Huggins, mengatakan Australia menghargai kemitraan erat yang telah terjalin dengan ASEAN dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan. Menurutnya, perubahan pola ancaman terorisme menuntut seluruh pihak untuk terus beradaptasi dan memperkuat kolaborasi.

"Australia sangat menghargai kemitraan yang erat dengan ASEAN. Seiring ancaman terorisme yang terus berkembang, perlindungan terhadap pusat keramaian, target yang rentan, dan infrastruktur penting menuntut kita untuk tetap adaptif, kolaboratif, dan berwawasan ke depan," kata Huggins, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 29 Juli 2026.

Pertukaran praktik tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Investigasi Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri Brigadir Jenderal Polisi Dwight Jordan De Fretes yang mewakili Indonesia sebagai Pemimpin Senior Officials Meeting on Transnational Crime, bersama Director Counter-Terrorism Asia Section Australian Department of Foreign Affairs and Trade Robert Rushby.

Dalam sambutannya, Jordan De Fretes menegaskan kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama ASEAN dan Australia dalam memperkuat upaya menghadapi ancaman terorisme, khususnya melalui perlindungan terhadap ruang publik dan infrastruktur yang menjadi sasaran potensial.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen bersama ASEAN dan Australia untuk mengatasi ancaman terorisme dengan fokus pada pentingnya melindungi pusat keramaian, target yang rentan, dan infrastruktur penting yang akan secara signifikan berkontribusi pada kawasan yang lebih aman, lebih terlindungi, dan lebih tangguh," ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta bertukar pengalaman mengenai berbagai pendekatan praktis dalam pencegahan, kesiapsiagaan, manajemen krisis, hingga pemulihan pasca-insiden. Diskusi dilakukan melalui presentasi para pakar, pembahasan kelompok, serta latihan berbasis skenario untuk memperkuat kapasitas respons terhadap ancaman terorisme.

Selain membahas peningkatan perlindungan terhadap pusat keramaian dan layanan penting, forum tersebut juga menekankan pentingnya perencanaan yang terkoordinasi, respons krisis yang efektif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kawasan.

Melalui kegiatan ini, ASEAN dan Australia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama regional, meningkatkan kemitraan lintas sektor, serta mengembangkan praktik-praktik terbaik yang dapat mendukung upaya penanggulangan terorisme di kawasan pada masa mendatang.

(Fajar Nugraha)