Minat Investasi Emas Digital Melejit, Transaksi di ICDX Tembus Rp172,7 Triliun

Ilustrasi. Foto: dok ICDX.

Minat Investasi Emas Digital Melejit, Transaksi di ICDX Tembus Rp172,7 Triliun

Ade Hapsari Lestarini • 27 July 2026 12:17

Jakarta: Transaksi Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencapai 66.372.367 gram sepanjang semester I-2026. Capaian tersebut meningkat 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 15.149.074 gram.

Dari sisi nilai transaksi, perdagangan emas digital di ICDX mencapai Rp172,7 triliun pada semester I-2026 atau melonjak 601 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp24,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) Anang Samsudin mengatakan pertumbuhan transaksi didorong meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi emas digital serta tingginya volatilitas harga emas yang mendorong investor melakukan diversifikasi aset.

"Pertumbuhan transaksi emas digital pada semester I-2026 didorong oleh beberapa faktor, di antaranya semakin tingginya literasi masyarakat mengenai emas digital serta volatilitas harga emas yang cukup tinggi. Emas digital menjadi salah satu pilihan investor untuk melakukan diversifikasi aset maupun sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang," kata Anang dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Anang, PPEDI juga terus mendorong peningkatan literasi masyarakat dan memperluas pasar emas digital melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menegaskan perlindungan dan keamanan nasabah tetap menjadi prioritas. PPEDI terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan keamanan transaksi, termasuk menjamin ketersediaan aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai underlying asset atas kepemilikan emas digital investor.


Ilustrasi perdagangan emas. Foto: dok ICDX.
 

 

Minat masyarakat tinggi terhadap emas digital


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ICDX Nursalam mengatakan pertumbuhan transaksi mencerminkan meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas digital sebagai salah satu instrumen investasi.

"Sebagai bursa, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan, serta memperkuat literasi dan edukasi secara berkelanjutan bersama regulator maupun pedagang emas digital," ujar Nursalam.

Saat ini terdapat enam pedagang emas digital yang menjadi anggota Bursa ICDX, yakni PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury), PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas), PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk melalui Brankas LM, dan PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang).

Nursalam menambahkan ICDX juga telah bergabung dalam Indonesia Bullion Market Association (IBMA), asosiasi yang dibentuk pelaku industri bullion untuk mendorong pengembangan pasar bullion nasional yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri.

Selain ICDX, anggota IBMA terdiri atas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), dan PT Sentral Kreasi Kencana.

(Ade Hapsari Lestarini)