Ilustrasi- Distribusi bantuan logistik dan kebutuhan pokok masyarakat korban gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dokumentasi BNPB
Tembus Akses Sulit, Bulog Pakai Motor Kirim Bantuan Logistik ke NTT
Gabriella Thesa Widiari • 18 August 2026 08:18
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal mengatakan, pihaknya memprioritaskan penggunaan sepeda motor untuk pendistribusian bantuan logistik bagi korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pilihan ini untuk mengakses lokasi yang masih sulit dijangkau akibat kerusakan akses jalan pascagempa.
"Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat enggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor," kata Rizal, dilansir dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.
"Kalau sepeda motor enggak masuk, kami akan koordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun angkutan laut," kata Rizal.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa stok pangan di NTT tetap aman untuk mendukung kebutuhan warga terdampak selama proses tanggap darurat dan pemulihan pascagempa. Bulog mencatat, persediaan beras di NTT mencapai 37 ribu ton.
"NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," kata Rizal.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Foto: Antara.
Meski begitu, Rizal mengatakan bahwa pihaknya tetap menyiapkan stok beras yang tersebar di wilayah NTT. Hal ini dilakukan agar kebutuhan pangan warga dapat terpenuhi, tanpa mengganggu ketersediaan logistik untuk wilayah lainnya selama penanganan berlangsung.
"Saat ini sudah kami perintahkan khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang terdampak, kami perintahkan untuk menstokkan, men-standby-kan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten/kota," ujar Rizal.