Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR 2026. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Ketua MPR Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Zaman
Silvana Febiari • 14 August 2026 09:46
Jakarta: Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi penggerak di tengah perubahan zaman. Anak-anak Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton atas perkembangan teknologi, ekonomi, dan berbagai perubahan global yang berlangsung begitu cepat.
"Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita hanya duduk menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Mereka harus tampil menjadi penggerak zaman," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
"Kita harus mendidik mereka bukan sekadar menjadi pintar, tetapi berintegritas. Bukan sekadar bersaing, tetapi tetap menjunjung tinggi gotong royong," jelas Muzani.
Menurut Muzani, kemajuan teknologi harus berjalan seimbang dengan nilai-nilai kemanusiaan. Penguasaan teknologi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepedulian terhadap sesama. "Kita harus menguasai teknologi tanpa kehilangan kemanusiaan," ungkapnya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR 2026. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Selain teknologi, Muzani menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. "Kita harus menguasai ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan dan kita terbuka pada dunia dengan tetap menjaga kedaulatan," bebernya.
Muzani menilai keterbukaan terhadap dunia merupakan bagian penting dalam menghadapi perkembangan global. Namun, keterbukaan tersebut harus tetap disertai dengan kesadaran untuk menjaga kepentingan dan kedaulatan bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, terutama dalam aspek keimanan, ketakwaan, dan akhlak. "Inilah makna kemajuan sejati yang berakar kuat pada Pancasila," tuturnya.
Ia menambahkan, kemajuan bangsa tidak semestinya hanya diukur dari kesejahteraan yang dinikmati generasi saat ini. Pembangunan juga harus mempertimbangkan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
"Kemajuan yang tidak hanya memakmurkan kita hari ini, tetapi juga melestarikan bumi untuk anak cucu kita kelak," ujarnya.