CEO BPI Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Danantara: Motor Listrik Nasional Dorong Kemandirian Industri Indonesia
Husen Miftahudin • 13 August 2026 15:09
Jakarta: CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menilai pengembangan motor listrik nasional (Molinas) menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri dan ekonomi Indonesia.
Rosan menyampaikan hal tersebut dalam acara peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Menurut Rosan, pengembangan Molinas sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia semakin mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan berbagai kegiatan ekonomi.
"Acara pada hari ini sangat penting dan sangat strategis. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia," kata Rosan di fasilitas produksi PT ALVA, Cikarang, Kamis, 13 Agustus 2026.
Rosan mengatakan pengembangan Molinas melibatkan kolaborasi antara pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan perusahaan nasional. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan peran industri dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
"Molinas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, badan usaha milik negara, dan juga perusahaan nasional. Dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita," ujar dia.
Ia menilai Indonesia memiliki berbagai bahan baku, teknologi, serta kemampuan industri yang dibutuhkan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Genjot penggunaan baterai berbasis nikel
Salah satu komponen utama yang menjadi perhatian dalam pengembangan Molinas adalah baterai. Rosan mengatakan pihaknya akan mendorong penggunaan baterai berbasis nikel untuk mendukung produksi motor listrik nasional.
Menurut dia, Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan melalui pengembangan industri baterai dari hulu hingga hilir.
"Kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel base. Karena nikel, kita katakan bersama, 46 persen reserve nickel di Indonesia itu ada di Indonesia," kata Rosan.
Rosan menambahkan Indonesia juga memiliki teknologi dan kemampuan untuk mengembangkan produk berbasis nikel. Dengan dukungan tersebut, pengembangan Molinas diharapkan dapat menghasilkan produk yang terjangkau sekaligus memiliki kualitas yang baik.

(Motor listrik. Foto: dok Metrotvnews.com)
Hilirisasi nikel jadi baterai motor listrik
Pengembangan Molinas juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi nikel di dalam negeri. Rosan mengatakan proses tersebut dapat dilanjutkan hingga menghasilkan sel baterai dan battery pack yang digunakan untuk produksi motor listrik.
"Kita mempunyai teknologi, kita mempunyai kemampuan, sehingga karya anak bangsa ini bisa berkembang, Molinas ini bisa terjangkau, berkualitas," ujar Rosan.
Ia menambahkan hilirisasi nikel dapat dilakukan hingga menjadi sel baterai dan battery pack yang selanjutnya digunakan dalam produksi Molinas.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan kemampuan industri dalam negeri.