Karhutla Landa 3 Kecamatan di Cianjur, Petugas 3 Jam Padamkan Api

Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Cilaku, Selasa (15/9/2026).ANTARA/Ahmad Fikri.

Karhutla Landa 3 Kecamatan di Cianjur, Petugas 3 Jam Padamkan Api

Lukman Diah Sari • 15 September 2026 20:10

Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat lima titik kebakaran lahan dan hutan (karhutla) terjadi di tiga kecamatan nyaris dalam waktu bersamaan, Selasa, 15 September 2026. Puluhan petugas gabungan dengan lima unit mobil pemadam dikerahkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan, petugas gabungan terdiri dari Damkar Cianjur, TNI/Polri, relawan dan warga sekitar berjibaku memadamkan api yang membakar sekitar 1,5 hektare lahan kering. Tercatat lima titik lahan yang terbakar terletak di Kecamatan Cilaku sebanyak tiga titik, tepatnya di Kampung Bayubud, Kebon Jeruk, dan Cibibong Hilir, satu titik di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, dan satu titik di Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu.

"Petugas gabungan yang diturunkan lebih dari 30 orang ditunjang lima unit mobil pemadam kebakaran, dibagi ke sejumlah titik guna memadamkan api agar tidak sampai menjalar ke perkampungan warga," kata dia di Cianjur, Selasa, 15 September 2026, melansir Antara.

Petugas gabungan berhasil memadamkan api setelah tiga jam melakukan penanganan. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan rumput dan tanaman liar yang sudah mengering, sehingga petugas cukup kewalahan, ditambah angin yang bertiup petang cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar.

"Rata-rata satu titik membutuhkan waktu hingga tiga jam, petugas berhasil memadamkan api sehingga tidak menjalar sampai ke perkampungan warga," ujar dia.

Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Cilaku, Selasa (15/9/2026).ANTARA/Ahmad Fikri.

Seiring musim kemarau yang masih terjadi, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan pengawasan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan dalam mencegah terjadinya kebakaran dengan cara tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Pasalnya, dari puluhan kejadian kebakaran lahan dan hutan sepanjang musim kemarau akibat pembakaran sampah yang ditinggalkan.

"Dari 47 kejadian kebakaran lahan dan hutan di Cianjur disebabkan kelalaian, di mana masyarakat membersihkan lingkungan dan membuka lahan dengan cara dibakar sehingga apinya dengan cepat menjalar ke lahan lainnya yang sebagian besar tanaman di dalamnya sudah mengering," ungkap dia. 

(Lukman Diah Sari)