Gedung kantor Nusantara Infrastructure. Foto: dok Nusantara Infrastructure.
Nusantara Infrastructure Raup Pendapatan Rp424,1 Miliar, Ditopang Bisnis Tol
Husen Miftahudin • 1 August 2026 12:21
Jakarta: PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatat pertumbuhan kinerja bisnis jalan tol melalui entitas asosiasinya, PT Margautama Nusantara (MUN) Group, pada semester I-2026. Peningkatan volume lalu lintas dan laba bersih MUN menjadi salah satu penopang utama profitabilitas perseroan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan realisasi hingga Juni 2026, dikutip dari rilis kinerja bisnis semester I-2026 perusahaan, Sabtu, 1 Agustus 2026, total volume lalu lintas MUN Group meningkat 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Jalan Tol BSD yang tumbuh 5,6 persen secara tahunan (yoy) serta Jalan Tol Makassar yang meningkat 6,2 persen (yoy). Seiring meningkatnya volume kendaraan, pendapatan MUN Group juga naik 7,3 persen menjadi Rp424,1 miliar pada Semester I-2026.
Selain peningkatan pendapatan, MUN Group membukukan pertumbuhan laba bersih (net income) sebesar 12 persen dibandingkan Semester I-2025. Kinerja tersebut ditopang oleh membaiknya operasional dan penurunan beban bunga.
Bagi Nusantara Infrastructure, pertumbuhan laba bersih MUN menjadi indikator penting karena berkontribusi langsung terhadap pos share in net profit of associates dalam laporan keuangan konsolidasian.
Sepanjang semester I-2026, kontribusi laba dari entitas asosiasi tercatat mencapai Rp55,1 miliar, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jaga efisiensi dan kualitas layanan
Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Indah D.P. Pertiwi mengatakan bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan positif meski industri menghadapi dinamika biaya mobilitas.
"Di tengah dinamika biaya mobilitas, kami melihat kinerja bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan laba dari operasional dan net income MUN Group mencerminkan upaya kami dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah," ujar Indah.
Ia menambahkan perseroan akan terus menjaga kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi operasional guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna jalan maupun para pemangku kepentingan.
Di sisi keuangan, Nusantara Infrastructure mencatat perbaikan struktur permodalan dibandingkan posisi 2025. Ekuitas perseroan meningkat 0,2 persen, sedangkan liabilitas turun 8,5 persen.
Selain itu, perseroan membukukan pengeluaran kas bersih (net cash spending) yang lebih rendah dengan tetap menjaga kebutuhan pendanaan operasional. Pada April 2026, Nusantara Infrastructure juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp45,4 miliar yang telah direalisasikan seluruhnya pada Juni 2026.

(Ilustrasi jalan tol. Foto: dok MI)
Bisnis air tumbuh, energi terbarukan terkoreksi
Selain bisnis jalan tol, Nusantara Infrastructure terus mengembangkan portofolio usaha di sektor pengelolaan air bersih dan energi terbarukan.
Pada bisnis air, volume penjualan air SCTK meningkat 3,9 persen (yoy), didukung penambahan pelanggan baru dan perluasan layanan ke kawasan industri.
Sementara itu, volume penjualan energi terbarukan turun 16,4 persen (yoy). Penurunan tersebut dipengaruhi keterbatasan pasokan feedstock di RPSL yang masih menjadi tantangan bagi industri pengolahan limbah menjadi energi.
"Perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja seluruh portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, serta menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tutup Indah.