Pembangunan Infrastruktur Jalan Butuh Kesiapan Teknologi dan Kolaborasi

Forum konstruksi. Foto: Istimewa

Pembangunan Infrastruktur Jalan Butuh Kesiapan Teknologi dan Kolaborasi

M Sholahadhin Azhar • 5 August 2026 20:28

Jakarta: Pembangunan infrastruktur jalan dinilai membutuhkan kesiapan teknologi dan kolaborasi. Kesuksesan pembangunan tak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat.

"Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, kontraktor, konsultan, principal, dan penyedia teknologi agar setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan," kata President Director PT Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata, dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026.

Hal ini diungkap Adrianus dalam MCP East Java Construction Forum 2026 di Surabaya hari ini. Kegiatan ini dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri atas perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), kontraktor, pemilik Asphalt Mixing Plant (AMP), konsultan, asosiasi, serta pelaku industri konstruksi.

Adrianus mengatakan melalui MCP Construction Roadshow 2026, pihaknya ingin menghadirkan forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga, dapat berbagi perspektif, memahami arah kebijakan pemerintah.

"Sekaligus menunjukkan bagaimana solusi teknologi dapat mendukung produktivitas, kualitas konstruksi, dan keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia," ujar Adrianus.

Roadshow ini menjadi forum kolaborasi dan membahas arah kebijakan pembangunan jalan nasional, implementasi Permen PU Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penggunaan Aspal Buton Olahan (Asbuton). Termasuk, pemanfaatan teknologi konstruksi modern guna mendukung pembangunan jalan yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan.
 


Sebagai forum yang mempertemukan pemerintah dan pelaku industri, MCP East Java Construction Forum 2026 menghadirkan dua keynote speaker dari Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka adalah Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Airyn Saputri Harahap, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi I BBPJN Jawa Timur–Bali, Okto Ferry Silitonga.


Forum konstruksi. Foto: Istimewa

Agenda ini juga menampilkan sesi presentasi teknologi dari principal Sumitomo dan Ammann sebagai solusi pendukung pembangunan jalan nasional. Sumitomo memperkenalkan Asphalt Paver HA90C-3, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan proyek jalan nasional, jalan tol, bandara, kawasan industri, hingga proyek infrastruktur berskala besar.

Sementara itu, Ammann menampilkan teknologi ABC120 EcoTec Asphalt Mixing Plant, yang mendukung implementasi Aspal Buton Olahan (Asbuton) melalui proses produksi campuran aspal yang efisien, berkualitas, serta didukung teknologi asphalt recycling untuk meningkatkan pemanfaatan material dan efisiensi operasional. Solusi ini menjadi salah satu bentuk kesiapan teknologi dalam mendukung arah kebijakan pemerintah terhadap penggunaan Asbuton dan pembangunan jalan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai bagian dari solusi End-to-End Road Construction Solutions, PT Multicrane Perkasa juga menampilkan Ammann ARX 91 Tandem Roller untuk menghasilkan kualitas pemadatan lapisan aspal yang optimal serta Ammann ARS 110.2 Soil Compactor untuk memastikan kekuatan dan stabilitas lapisan pondasi jalan. Rangkaian solusi tersebut melengkapi proses pembangunan jalan mulai dari produksi campuran aspal, penghamparan, hingga pemadatan sebagai satu sistem yang terintegrasi.

(M Sholahadhin Azhar)