Krisis Migran Ceuta: 22 Negara Eropa Serukan Pertemuan Darurat Menteri UE

Puluhan ribu migran mencoba masuk ke Ceuta, wilayah kantong milik Spanyol di Afrika Utara. (Anadolu Agency)

Krisis Migran Ceuta: 22 Negara Eropa Serukan Pertemuan Darurat Menteri UE

Willy Haryono • 1 August 2026 20:01

Brussel: Sebanyak 22 kepala negara dan kepala pemerintahan Eropa pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mendesak digelarnya pertemuan darurat jajaran menteri dalam negeri Uni Eropa (UE) menyusul krisis migrasi di Ceuta, wilayah kantong milik Spanyol di Afrika Utara.

Seruan tersebut disampaikan melalui surat bersama yang dipimpin Italia dan Denmark serta ditujukan kepada Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin selaku pemegang Presidensi bergilir Dewan Uni Eropa.

"Kami bertekad mencegah para penyelundup menantang integritas perbatasan eksternal Uni Eropa," tulis para pemimpin Eropa dalam surat tersebut, yang dilansir Anadolu Agency.

Mereka menegaskan Uni Eropa tidak boleh membiarkan penyeberangan massal yang tidak terkendali maupun penggunaan isu migrasi sebagai alat tekanan politik atau bentuk ancaman hibrida lainnya.

"Kami tidak dapat membiarkan penyeberangan massal yang tidak terkendali, instrumentalisasi migrasi, atau ancaman hibrida lainnya menciptakan persepsi bahwa masuk secara ilegal ke Uni Eropa adalah hal yang mungkin dilakukan," demikian isi surat itu.

Desakan tersebut muncul setelah krisis migrasi di Ceuta memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan perbatasan eksternal Uni Eropa dan perlunya respons yang lebih terkoordinasi di tingkat kawasan.

Baca juga:  PM Spanyol Minta Uni Eropa Gelar Rapat Darurat usai Krisis Migran Ceuta

(Willy Haryono)