Pimpinan Partai Demokrat di Senat Sebut Pidato Trump Seperti Ilusi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat pidato di Kongres. Foto: The New York Times

Pimpinan Partai Demokrat di Senat Sebut Pidato Trump Seperti Ilusi

Fajar Nugraha • 26 February 2026 06:05

Washington: Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat (AS), Chuck Schumer menyebut pidato terbaru Presiden Donald Trump di Kongres sebagai "keadaan delusi."

Schumer juga mengecam Donald Trump pada Rabu 25 Februari 2026.

"Semalam bukanlah pidato kenegaraan Amerika, melainkan keadaan delusi Donald Trump. Selama dua jam, presiden berdiri di ruang sidang DPR, memberi selamat kepada dirinya sendiri, meninggikan egonya sendiri, tetapi tidak menawarkan solusi untuk banyak masalah negara kita. Dia berada dalam gelembung," kata Schumer di lantai Senat, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 26 Februari 2026.

Pernyataannya disampaikan sehari setelah Trump menyampaikan pidato terpanjang dalam masa kepresidenannya di Kongres – sekitar satu jam 47 menit – yang menyatakan bahwa AS "kembali menang" sambil menyoroti apa yang digambarkannya sebagai pencapaian utama pemerintahannya.

Politisi Demokrat dari New York itu mengatakan bahwa ia "belum pernah mendengar pidato Kenegaraan—dan saya sudah mendengar cukup banyak—di mana retorika presiden dan realitas negara begitu jauh berbeda."

"Sebaliknya, Donald Trump menghabiskan sebagian besar pidatonya berfokus pada pencapaian, bukan dari pemerintahannya, tetapi pada pencapaian warga Amerika lainnya yang pencapaiannya tidak ada hubungannya dengan dia," kata Schumer.

Schumer juga menuduh presiden meremehkan tekanan keuangan yang dihadapi banyak rumah tangga.

"Sungguh mengejutkan melihat seorang miliarder seperti Donald Trump mengolok-olok kesulitan keuangan orang-orang selama pidato Kenegaraannya. Orang itu tidak tahu apa-apa. Dia berada dalam gelembung yang begitu tebal sehingga dia tidak dapat mendengar apa yang dialami orang-orang. Dan tentu saja, dia berbohong tentang ekonomi," tambah Schumer.

Pemimpin Demokrat itu menyimpulkan dengan menggambarkan pidato tersebut sebagai "penuh dengan omong kosong dan sensasi."

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)