IEU-CEPA Diproyeksi Mulai Berlaku Awal 2027, Jerman Sebut Investasi Akan Meningkat

Dubes Jerman Ralf Beste dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. (Metrotvnews.com)

IEU-CEPA Diproyeksi Mulai Berlaku Awal 2027, Jerman Sebut Investasi Akan Meningkat

Muhammad Reyhansyah • 13 June 2026 09:34

Jakarta: Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menilai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat mulai berlaku pada awal 2027 apabila proses ratifikasi berjalan sesuai rencana.

Menurut Beste, dukungan terhadap perjanjian tersebut cukup kuat baik di Indonesia maupun di Eropa sehingga tidak ada hambatan signifikan yang berpotensi mengganggu target waktu yang telah ditetapkan.

“Saya cukup yakin proses ratifikasi dapat berjalan tahun ini. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka perjanjian ini dapat mulai berlaku pada awal 2027,” ujar Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi target pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan ratifikasi IEU-CEPA pada akhir 2026.

Beste menjelaskan proses ratifikasi nantinya akan melibatkan Parlemen Eropa dan DPR RI. Meski demikian, ia menilai dukungan politik terhadap perjanjian tersebut relatif kuat.

“Ada mayoritas yang luas di Eropa yang mendukung perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia. Ini bukan isu yang kontroversial. Ada perjanjian-perjanjian lain yang sebelumnya cukup diperdebatkan, tetapi yang satu ini tidak,” katanya.

Menurut Beste, dukungan serupa juga terlihat dari pihak Indonesia sehingga tidak ada alasan untuk meragukan proses penyelesaiannya.

Dorong Perdagangan dan Investasi

Beste mengatakan implementasi IEU-CEPA diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa.

Ia beranggapan, salah satu manfaat terbesar dari perjanjian tersebut adalah penghapusan sebagian besar hambatan tarif yang selama ini membatasi arus perdagangan.

“Dalam kurun waktu 10 tahun, sekitar 98 persen pos tarif yang saat ini masih berlaku akan diturunkan menjadi nol,” katanya.

Meski terdapat beberapa pengecualian untuk melindungi kepentingan tertentu di kedua pihak, Beste menilai hasil negosiasi yang telah dicapai sejauh ini bersifat seimbang dan adil.

Ia mengatakan manfaat IEU-CEPA tidak hanya terbatas pada perdagangan barang, tetapi juga akan memperkuat iklim investasi.

Menurut Beste, kepastian hukum dan kerangka kerja yang lebih jelas akan mendorong lebih banyak perusahaan Indonesia berinvestasi di Eropa serta membuka peluang lebih besar bagi perusahaan Eropa untuk memperluas investasi di Indonesia.

“Kami senang menarik investor Indonesia ke Jerman dan kami juga mendorong perusahaan-perusahaan Jerman untuk datang ke Indonesia. Kerangka ini akan memberikan kepercayaan yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berinvestasi dan memperluas perdagangan,” ujarnya.

Beste menambahkan akses yang lebih mudah terhadap layanan pembiayaan dan perbankan juga akan membantu memperkuat hubungan ekonomi kedua kawasan.

Indonesia Jadi Basis Produksi Kawasan

Dalam pandangannya, saat ini terdapat sekitar 200 perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

Sebagian di antaranya tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memasok pasar Asia Tenggara.

“Kami ingin semakin banyak perusahaan Jerman memanfaatkan Jakarta dan Indonesia sebagai basis produksi yang melayani pasar yang lebih luas, tidak hanya Indonesia tetapi juga kawasan ASEAN,” katanya.

Ia menilai IEU-CEPA akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di kawasan.

“Perjanjian ini akan menjadi dorongan tambahan untuk membangun kepercayaan dan kepastian bahwa Indonesia adalah tempat yang baik untuk berbisnis,” pungkasnya.

Baca juga:  Airlangga Pede Implementasi IEU-CEPA Bisa Dimulai Awal 2027

(Willy Haryono)