Debarkasi YIA Catat 2.155 Haji Tiba di Indonesia

Ilustrasi-Jemaah haji kembali ke Tanah Air. ANTARA/Angga Palguna

Debarkasi YIA Catat 2.155 Haji Tiba di Indonesia

Ahmad Mustaqim • 10 June 2026 16:43

Yogyakarta: Lebih dari 2 ribu haji Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) telah kembali ke Tanah Air dan dipulangkan ke wilayah masing-masing. Sementara itu, pemulangan jemaah haji sekitar 9 ribuan orang masih berproses.

"Total jemaah haji yang sudah datang 2.155 orang, termasuk petugas," kata Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Silvia Rosetti dihubungi Rabu,10 Juni 2026.

Dari 2.155 orang tersebut, sebanyak 2.111 orang di antaranya merupakan jemaah haji. Sisanya, petugas kloter 24 orang, Petugas Haji Daerah (PHD) 12 orang, dan Petugas Ibadah Haji (PIH) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 8 orang. 

Ia mengatakan pemulangan jemaah haji Embarkasi YIA setiap kloternya berisi sekitar 350 hingga 360 orang. Silvia mengatakan jumlah setiap kloternya akan berbeda tergantung kondisi pengaturan jemaah haji di Arab Saudi sebelum pemulangan. 

"Penyesuaian terjadi dikarenakan ada jemaah yang harus dipulangkan lebih awal dengan alasan kesehatan, dengan melihat ketersediaan seat (kursi) di setiap kloternya," kata Silvia. 

Persoalan kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam pemulangan jemaah. Pergantian posisi jemaah dimungkinkan kendati tidak signifikan pada setiap kloter pemulangan. 

"Contohnya, jika ada jemaah kloter akhir yang harus segera dipulangkan pada penerbangan kloter awal dengan alasan kesehatan, maka jemaah tersebut akan dicarikan penerbangan di kloter awal yang tersedia seat kosong," kata dia. 

Ilustrasi-Jemaah haji Kloter 5 Debarkasi Palembang, Sumatra Selatan 2026. ANTARA/HO-Kemenhaj Sumsel

Hingga kini, total ada 11 jemaah haji Embarkasi YIA wafat di Arab Saudi dan dikebumikan di sana. Adapun total jemaah haji yang bakal dipulangkan melalui 26 kloter yakni 9.279 orang. Pemulangan jemaah haji Debarkasi YIA dilakukan 2-30 Juni 2026. 

"Ada penyesuaian dikarenakan jemaah kloter awal yang kondisi kesehatannya tidak mungkin untuk ikut pulang di penerbangan kloter tersebut, sehingga dimungkinkan seat tersebut akan kosong dan akan diterbangkan setelah dinyatakan layak terbang di kloter-kloter selanjutnya," ujarnya. 

(Lukman Diah Sari)