2.212 Haji Asal Lampung Pulang ke Tanah Air, 9 Kloter Masih di Arab Saudi

Kepulangan jamaah haji Lampung usai melaksanakan ibadah di Tanah Suci. ANTARA/Dian Hadiyatna

2.212 Haji Asal Lampung Pulang ke Tanah Air, 9 Kloter Masih di Arab Saudi

Lukman Diah Sari • 11 June 2026 14:40

Bandarlampung: Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Lampung menyebut, sebanyak 2.212 haji asal telah tiba ke Tanah Air. Jemaah haji yang telah mendarat, dipastikan selamat.

"Hingga kini sudah lima kelompok terbang (kloter) yang tiba di Asrama Haji Rajabasa atau sekitar 2.212 orang haji," kata Kepala Kanwil Kemenag Lampung Ansori F Citra di Bandarlampung, Kamis, 11 Juni 2026, melansir Antara

Dia mengatakan, hingga kini tersisa 9 kloter lagi dari Lampung yang belum kembali.  Masing-masing kloter berjumlah sekitar 445 orang. 

"Untuk kloter terakhir Lampung yang pulang ke tanah air atau ke asrama haji itu pada 29 Juni bila semua berjalan dengan lancar," harap dia. 

Ilustrasi-Jemaah haji kembali ke Tanah Air. ANTARA/Angga Palguna

Sementara itu, lanjut dia, untuk jemaah haji Lampung yang wafat i berjumlah 11 orang. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Lampung. Dengan rincian: 
  1. Sugiarti Binti Karta Pawira, Kloter JKG 15, asal Lampung Utara
  2. Mesno Iro Karso, Kloter JKG 16, asal Lampung Timur
  3. H.Muhammad Sukono Sarwan, Kloter JKG 21, asal Kabupaten Pringsewu
  4. H. Binti Panidi Purwanto, Kloter JKG 18, asal Mesuji
  5. Hj.Suriah Sanusi Tayem Binti Sanusi, Kloter JKG 15, asal Kabupaten Lampung Utara
  6. Hj. Nurhasanah Mardian, Kloter JKG 21, asal Pringsewu
  7. H. Sarno sahrudin Diran, Kloter JKG 19, asal Tanggamus
  8. H. Ahmad Fadil bin Muh. Nur, kloter JKG 16, asal kab Tulang Bawang.
  9. Hj. Muntingah Sukijo Abdullah, Kloter JKG 11, asal Lampung Timur
  10. Hj. Masbitun binti Asmuni, Kloter JKG 14, asal Lampung Barat
  11. H. Ayub Bakri Warta Bin Bakri, Kloter JKG 15, asal Lampung Utara.

"Mereka yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini," kata dia.

(Lukman Diah Sari)