Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menonton laga final NBA. Foto: ABC
Trump Disoraki Penonton saat Hadiri Final NBA ketika Spurs Kalahkan Knicks
Fajar Nugraha • 9 June 2026 21:10
New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mendapat sambutan dingin saat menghadiri pertandingan Final NBA antara San Antonio Spurs dan New York Knicks di Madison Square Garden, Senin malam, 8 Juni 2026.
Sejumlah penonton terdengar menyoraki Trump ketika wajahnya ditampilkan di layar arena saat lagu kebangsaan diperdengarkan.
Kehadiran Trump membuat pengamanan di sekitar arena diperketat. Polisi melarang warga tanpa tiket mendekati kawasan Madison Square Garden dan meniadakan acara nonton bareng yang sebelumnya digelar pada dua pertandingan playoff terdahulu.
Komisioner Kepolisian New York (NYPD), Jessica Tisch, mengimbau warga yang tidak memiliki tiket untuk menjauhi area pertandingan.
"Pesannya sederhana, rayakan Knicks, tetapi hindari area Madison Square Garden malam ini jika Anda tidak memiliki tiket pertandingan," ujar Tisch, dikutip dari media France 24, Senin, 8 Juni 2026.
Di lapangan, Victor Wembanyama tampil gemilang dengan mencetak 32 poin, delapan rebound, enam assist, tiga blok, dan dua steal untuk membawa Spurs menang 115-111 atas Knicks. Kemenangan tersebut mengakhiri rekor 13 kemenangan beruntun Knicks sekaligus memperkecil ketertinggalan Spurs menjadi 1-2 dalam seri final terbaik dari tujuh pertandingan.
Wembanyama menegaskan timnya belum menyelesaikan tugas meski berhasil meraih kemenangan penting. "Kami telah melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, tetapi pekerjaan ini sama sekali belum selesai. Bagian tersulit masih menunggu," kata Wembanyama.
Tinggalkan Kami Sendiri
Pengamanan ketat di sekitar arena menuai kritik dari sejumlah warga New York dan politisi Partai Demokrat. Mereka menilai kunjungan Trump mengganggu suasana perayaan olahraga yang sedang dinikmati masyarakat.Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, mengkritik kehadiran Trump melalui media sosial. Ia menulis bahwa Trump menjadikan momen penting bagi New York sebagai ajang untuk menarik perhatian dan meminta presiden tidak mengganggu warga kota tersebut.
Saat iring-iringan kendaraan Trump melintas menuju Madison Square Garden, sejumlah demonstran terlihat membawa spanduk bertuliskan "Trump must go". Beberapa orang juga menunjukkan gestur protes ke arah rombongan kendaraan presiden.
Meski demikian, tidak semua penggemar basket menolak kehadiran Trump. Seorang pendukung Knicks bernama Anthony Pulley mengatakan gangguan yang ditimbulkan memang mengurangi kemeriahan acara nonton bareng, tetapi ia tetap menganggap menarik bahwa Trump hadir langsung menyaksikan pertandingan.
Pengamanan untuk Presiden
Menjelang pertandingan, area sekitar Madison Square Garden dipagari dan dijaga ratusan personel kepolisian serta agen Secret Service. Sejumlah agen bersenjata juga ditempatkan di sekitar arena untuk mengamankan kunjungan presiden.Wali Kota New York, Zohran Mamdani, turut hadir menyaksikan pertandingan dan mengaku membayar hampir 1.000 dolar AS untuk tiketnya. Sementara itu, Secret Service menggunakan teknologi antidrone sebagai bagian dari sistem pengamanan.
Agen Khusus Secret Service, Matt McCool, mengatakan fokus utama pihaknya adalah memastikan keamanan seluruh penonton selama pertandingan berlangsung. Ia menegaskan pengamanan dilakukan sambil menjalankan tanggung jawab melindungi Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, polisi menyatakan insiden penusukan yang melukai enam orang di Stasiun Penn pada Minggu malam tidak terkait ancaman terorisme. Media AS melaporkan pelaku diduga mengalami gangguan emosional.
(Keysa Qanita)