Pemain Kroasia Josip Staniši? menangis setelah laga melawan Portugal Piala Dunia 2026. (Instagram/@hns_cff)
Kenapa Gol Penyelamat Kroasia Dianulir Wasit? Begini Penjelasannya
Riza Aslam Khaeron • 3 July 2026 13:54
Jakarta: Drama VAR mewarnai laga Portugal vs Kroasia dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Kamis, 3 Juli 2026. Gol Kroasia di menit-menit akhir yang seharusnya menjadi penyama kedudukan dianulir VAR karena dianggap offside.
Momen itu terjadi ketika Joško Gvardiol berhasil menyambar bola dengan tendangan geser (sliding shot) pada menit ke-103. Namun, wasit Espen Eskas dipanggil untuk meninjau monitor tepi lapangan dan kemudian menganulir gol tersebut. Kronologi Kejadian

Momen ketika Perisic mengoper bola, Pasalic berada di posisi onside. (Dok. BBC)
Momen ini bermula dari umpan silang melengkung Ivan Perisic dari sisi kiri pada menit ke-103. Bola mengarah deras ke dalam kotak penalti Portugal, di mana penyerang Kroasia, Igor Matanovic, melompat tinggi untuk menyambut bola.
Setelah kemelut tersebut, Mario Pasalic berhasil menguasai bola dan langsung menyodorkannya kepada Gvardiol yang berdiri bebas untuk menyelesaikannya dengan mulus ke dalam gawang.
.jpeg)
Momen ketika bola menyentuh Matanovic, Pasalic (warna biru paling kanan) berada di posisi offside. (Dok. BBC
Sekilas, proses gol tersebut terlihat sangat bersih. Pasalic tampak menerima bola hasil pantulan (deflection) dari pemain bertahan Portugal, Renato Veiga (no. 13 Portugal), yang seharusnya membuat posisinya tetap onside.
Ribuan pendukung Kroasia di tribun langsung bersorak gemuruh, sementara para pemain berlari merayakan gol dengan emosional.

Momen flick dari Matanovic. (Dok. BBC)
Namun, VAR memiliki temuan yang berbeda. Rekaman video menunjukkan bahwa sesaat sebelum bola mengenai Veiga, Matanovic dinilai sempat menyentuh bola dengan sedikit jentikan (flick) kepala, sebuah sentuhan yang sangat tipis dan nyaris tidak kasat mata tanpa bantuan teknologi super lambat.
Tepat pada momen ketika kepala Matanovic menyentuh bola, posisi Pasalic dinilai sudah berada di belakang pemain bertahan terakhir Portugal, alias offside.

Bola dari Matanovic disambut Pasalic yang berada di posisi
Analis peraturan pertandingan dari FOX Sports, Mark Clattenburg, menjelaskan logika di balik keputusan krusial tersebut dengan sangat gamblang selama siaran berlangsung.
Yang terjadi adalah, saat bola meluncur ke area penalti, pemain nomor 20 Kroasia (Matanovic) melompat untuk menyambut bola, ujar Mark Clattenburg.
Jika ia menyentuh bola, ia otomatis membuat pemain nomor 15 Kroasia (Pasalic) berada dalam posisi offside. Jika (Matanovic) tidak menyentuh bola, maka (Pasalic) berstatus onside. Namun, karena ia menyentuhnya, maka itu dinyatakan offside, tambahnya.
| Baca Juga: Tanjung Verde Siap Uji Argentina, Mampukah Messi Hindari Kejutan? |
Sentuhan Veiga Tidak Membatalkan Status Offside

Momen Veiga (no. 13) menyentuh bola, tapi tidak membatalkan status offside. (Dok. BBC)
Berdasarkan Aturan 11 IFAB (International Football Association Board), sentuhan dari pemain bertahan lawan hanya bisa membatalkan posisi offside penyerang jika pemain bertahan tersebut secara sengaja memainkan (deliberately plays) bola dengan kontrol penuh.
Deliberate play didefinisikan sebagai situasi pemain memiliki kontrol untuk mengoper, menguasai, atau menyapu bola; sementara halauan refleks, defleksi cepat, atau kontak yang tidak disengaja tidak termasuk.
Karena sentuhan refleks dari Renato Veiga setelah kontak dari Matanovic dinyatakan bukan merupakan tindakan deliberate play, maka posisi offside Pasalic tetap berlaku dan gol penyama kedudukan tersebut resmi dianulir.
Teknologi Chip Bola Jadi Penentu

Rekaman VAR menangkap sinyal kontak Matanovic terhadap bola. (Dok. FIFA via TVRI)
Kunci dari keputusan ini terletak pada integrasi dua teknologi canggih yang digunakan FIFA di Piala Dunia 2026. Pertama adalah teknologi pelacak audio Snicko, sistem yang diadaptasi dari olahraga kriket untuk mendeteksi getaran sentuhan sekecil apa pun.
Kedua adalah sensor chip canggih yang tertanam tepat di tengah bola resmi turnamen, Adidas Trionda. Sensor yang terpasang di dalam bola tersebut mampu mengirimkan data ke sistem VAR sebanyak 500 kali per detik.
Sensor ini melacak setiap interaksi fisik pemain dengan bola serta memetakan posisinya secara waktu nyata (real-time). Teknologi presisi inilah yang menjadi juru kunci utama dalam menangkap sinyal kontak mikro dari kepala Matanovic.
Akhir Menyakitkan bagi Generasi Emas Kroasia

Pasalic menangis setelah laga. (Dok. Bein Sports)
Gol yang dianulir itu sekaligus memupus harapan timnas Kroasia ke babak 16 besar. Reaksi pendukung Kroasia di tribun langsung meledak; botol-botol air dilemparkan ke dalam lapangan sebagai bentuk protes keras, yang sempat memaksa pertandingan dihentikan beberapa saat.
Ivan Periši? bahkan harus turun tangan langsung untuk menenangkan para suporter, sebelum tayangan ulang akhirnya ditampilkan di layar raksasa stadion untuk memperlihatkan seberapa tipis posisi offside Pasalic. Kekalahan ini sekaligus menutup lembaran terakhir Luka Modric di panggung Piala Dunia.
Sang kapten legendaris berusia 40 tahun itu mengakhiri perjalanan internasionalnya pada penampilan ke-201 bersama timnas. Capaian Modric antara lain membawa Kroasia menjadi finalis Piala Dunia 2018 dan juara ketiga pada 2022.
Dengan hasil ini, Portugal berhak melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi juara bertahan Eropa, Spanyol, yang dijadwalkan bertanding di Dallas Stadium pada Senin, 6 Juli 2026, waktu setempat.