Aktivitas Gunung Awu Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal

Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut. ANTARA/HO-Badan Geologi

Aktivitas Gunung Awu Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal

Silvana Febiari • 5 July 2026 21:36

Manado: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan kegempaan Gunung Awu didominasi oleh gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh. Data ini dihimpun pada periode 23-30 Juni 2026. 

"Terekam sebanyak 132 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata rata 16 kejadian per hari, 16 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal dan 489 kali gempa tektonik jauh (TJ)," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dilansir dari Antara, Minggu, 5 Juni 2026. 

Dalam laporan itu, disebutkan kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya dengan rata rata kejadian menurun dari 18 kejadian per/hari menjadi 16 kejadian per/hari. Namun, gempa vulkanik dalam mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
 


Pada periode ini, masih ditandai juga dengan jumlah gempa tektonik jauh yang masih tinggi pasca-gempa bumi Mindanao, Filipina pada 8 Juni 2026.

Dari pengamatan visual, kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024. Sementara pada periode tersebut embusan asap kawah tidak teramati dari Pos PGA Gunung Awu.

Hal ini menunjukkan aktivitas embusan asap masih terbatas di dalam kawah dan belum mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, suplai magma dari dalam masih mengindikasikan adanya peningkatan, sehingga dinamika aktivitas magmatik Gunung Awu tetap berlanjut.

Peningkatan kegempaan secara tiba tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan gempa 'Low Freguency' masih perlu diwaspadai di masa mendatang. Terutama berkaitan dengan terjadinya akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal serta masih tingginya aktivitas gempa tektonik di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku.


Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut. ANTARA/HO-ESDM

Tingkat aktivitas Gunung Awu masih ditetapkan pada Level III (Siaga). Sementara potensi bahaya yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik.

Potensi lainnya, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material???? erupsi sebelumnya.

Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan. Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa apabila konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diharapkan tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

Masyarakat juga diajak mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita
berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Awu.

Selanjutnya, masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, Kementerian/Lembaga, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

(Silvana Febiari)