IOC Buka Jalan Atlet Rusia Kembali Berkompetisi Penuh di Olimpiade 2028

Bendera nasional Rusia. (Anadolu Agency)

IOC Buka Jalan Atlet Rusia Kembali Berkompetisi Penuh di Olimpiade 2028

Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 18:10

Lausanne: Komite Olimpiade Internasional (IOC) mulai membuka jalan bagi Rusia untuk kembali tampil dengan identitas nasional penuh, termasuk bendera dan lagu kebangsaan, pada Olimpiade Los Angeles 2028.

IOC pada Selasa, 7 Juli 2026 mengumumkan pencabutan sementara penangguhan terhadap Komite Olimpiade Rusia (ROC) serta meminta federasi-federasi olahraga internasional mengakhiri kebijakan yang selama tiga tahun mewajibkan atlet Rusia menjalani proses verifikasi untuk bertanding sebagai atlet netral.

IOC menyatakan langkah tersebut diambil karena ajang-ajang kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles mulai bergulir dan seluruh atlet harus memiliki akses yang setara untuk mengikuti kompetisi.

"Kami tidak ingin meminta para atlet bertanggung jawab atas tindakan pemerintah mereka," kata Presiden IOC Kirsty Coventry, dikutip dari AsiaOne, Rabu, 8 Juli 2026.

Meski demikian, IOC menegaskan keputusan tersebut belum secara otomatis mengizinkan atlet Rusia tampil dengan bendera dan lagu kebangsaan. Keputusan mengenai penggunaan identitas nasional akan diambil pada waktu yang dinilai tepat.

Panduan IOC juga tidak bersifat mengikat sehingga masing-masing federasi olahraga tetap memiliki kewenangan menentukan kebijakan. Federasi Atletik Dunia, misalnya, memutuskan tetap mempertahankan larangan terhadap atlet Rusia dan Belarus di ajang internasional.

Menteri Olahraga Rusia Mikhail Degtyaryov menyambut keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai sinyal positif bagi pemulihan hak atlet Rusia di tingkat internasional.

Sebaliknya, Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi mempertanyakan keputusan IOC. Menurutnya, situasi perang dengan Rusia belum berubah sehingga tidak ada alasan untuk melonggarkan pembatasan terhadap atlet Rusia.

IOC juga menegaskan akan tetap memantau aktivitas atlet Rusia, termasuk di media sosial, serta menerapkan pengawasan antidoping yang ketat sebagai syarat mengikuti kompetisi internasional.

Selain itu, IOC tetap tidak akan menggelar ajang di Rusia maupun mengundang pejabat pemerintah Rusia ke kegiatan resminya.

Baca juga:  Ukraina Boikot Paralimpiade usai Atlet Rusia Diizinkan Pakai Bendera Nasional

(Willy Haryono)