Gunung Lewotobi Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik 1,4 Km

Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

Gunung Lewotobi Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik 1,4 Km

Lukman Diah Sari • 7 July 2026 12:23

Jakarta: Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi pada Selasa, 7 Juli 2026, dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer dari atas puncak. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, letusan terbaru gunung api aktif tersebut terpantau pukul 11.37 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.984 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," kata Lana, melansir Antara, Selasa, 7 Juli 2026.

Lana menjelaskan bahwa rekaman data visual dan kegempaan dari seismogram menunjukkan erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter, dengan durasi kegempaan yang tercatat berlangsung selama kurang lebih 1 menit 27 detik.  

Menyusul tingkat aktivitas yang saat ini bertahan pada Level III (Siaga), Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.  

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat, serta tidak mempercayai isu-isu terkait aktivitas vulkanik yang tidak jelas sumber kebenarannya. 

Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

Selain ancaman material erupsi, Badan Geologi meminta warga di sekitar daerah aliran sungai untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah puncak.  

Kewaspadaan banjir lahar dingin ini utamanya ditekankan bagi kawasan yang dialiri sungai berhulu dari puncak, seperti daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.  

Badan Geologi sangat menyarankan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya paparan abu vulkanik pada sistem pernapasan bagi penduduk yang terdampak sebaran hujan abu. Pemerintah Daerah setempat diharapkan senantiasa memperkuat jalur koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat.

(Lukman Diah Sari)