Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1 kilometer di atas puncak pada Senin (6/7/2026) ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Lukman Diah Sari • 6 July 2026 08:22

Lumajang: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak pada Senin pagi, 6 Juli 2026.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melansir Antara, Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.  Kemudian, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 167 detik.

Ia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Dia mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sementara itu, Pemerintah Lumajang mengingatkan masyarakat, khususnya para penambang pasir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya letupan sekunder material vulkanik Gunung Semeru di kawasan aliran lahar dan area penambangan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan ancaman di sekitar gunung api aktif tidak hanya berasal dari erupsi atau awan panas guguran, tetapi juga dari timbunan material vulkanik yang masih menyimpan panas.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1. 300 meter di atas puncak pada Jumat (3/7/2026). ANTARA/HO-PVMBG

Material yang terbawa dari lereng Gunung Semeru dapat tetap memiliki suhu tinggi dalam kurun waktu tertentu. Timbunan material tersebut, kata dia, berpotensi memicu letupan sekunder yang membahayakan masyarakat yang beraktivitas terlalu dekat, terutama di area penambangan.

"Jangan pernah menganggap timbunan material di kawasan Semeru sepenuhnya aman. Material itu bisa saja masih panas dan dalam kondisi tertentu menimbulkan bahaya bagi masyarakat, khususnya penambang," kata dia.

Menurutnya, pemahaman mengenai karakter bahaya material vulkanik menjadi sangat penting, terutama bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar aliran Besuk Kobokan dan kawasan penambangan lainnya. Ia mengatakan, risiko di kawasan Semeru juga dapat meningkat ketika hujan turun di wilayah puncak dan lereng gunung. 

"Masyarakat diimbau tidak hanya memperhatikan informasi tentang erupsi atau awan panas, tetapi juga memahami risiko dari material vulkanik sisa erupsi yang masih berada di sepanjang aliran sungai dan kawasan penambangan," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)