Antisipasi Gangguan Perjalanan, KAI Sumut Pangkas 330 Pohon di Sekitar Rel

Petugas sedang melakukan pemotongan dahan pohon yang menjulur ke lintasan kereta api. ANTARA/Juraidi

Antisipasi Gangguan Perjalanan, KAI Sumut Pangkas 330 Pohon di Sekitar Rel

Silvana Febiari • 3 June 2026 17:10

Medan: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara (Sumut) memangkas 330 pohon di sejumlah titik jalur kereta api. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan akibat pohon tumbang yang dipicu tingginya intensitas hujan dan angin kencang.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan hingga 3 Juni 2026, pihaknya telah melakukan penopingan di 330 titik rawan sepanjang 2026.

"Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Karena itu, KAI secara rutin melakukan pemantauan dan penanganan terhadap vegetasi yang berpotensi mengganggu operasional seiring dengan meningkatnya curah hujan dan adanya angin kencang," ujar Anwar, dilansir dari Antara, Rabu, 3 Juni 2026. 
 


Anwar menjelaskan, penopingan dilakukan dengan memangkas dahan pohon yang menjulur ke arah rel. Upaya ini difokuskan untuk mencegah dahan patah atau pohon tumbang yang dapat menghalangi jalur ruang bebas, serta memastikan pandangan masinis tidak terganggu.

Kegiatan ini dikerjakan oleh petugas prasarana di berbagai lintas operasional dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan. Sejumlah wilayah dengan realisasi penopingan tertinggi hingga saat ini tercatat berada di wilayah Resor Teluk Dalam, Perlanaan, Siantar, dan Perbaungan, serta beberapa kawasan operasional lainnya yang memiliki vegetasi cukup rapat di sekitar jalur rel.

Terkait keberadaan vegetasi di sekitar rel, KAI Divre I Sumut kembali mengingatkan masyarakat mengenai regulasi ruang manfaat dan ruang pengawasan jalur kereta api. Salah satunya diatur dalam Pasal 178 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"Berdasarkan regulasi tersebut, setiap orang dilarang menanam jenis pohon tinggi di area ruang manfaat maupun ruang pengawasan jalur kereta api, karena hal itu dapat mengganggu pandangan bebas masinis dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api," tegas Anwar.


Pemangkasan pohon/Ilustrasi/Metro TV/Chris


KAI Divre I Sumut akan terus memantau kondisi jalur terlebih menghadapi kondisi cuaca yang dinamis. Langkah antisipatif ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Namun, upaya ini juga membutuhkan dukungan dari segenap lapisan masyarakat.

"Selain fokus terhadap keselamatan operasional melalui tindakan teknis, KAI Divre I Sumut juga mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak menanam tanaman yang berpotensi membahayakan di dekat area sterilisasi," katanya.

(Silvana Febiari)