AS dilaporkan membahas perluasan penempatan senjata nuklir NATO di Eropa. (Anadolu Agency)
AS Dilaporkan Bahas Perluasan Penempatan Senjata Nuklir NATO di Eropa
Willy Haryono • 2 June 2026 21:09
Washington: Amerika Serikat dilaporkan tengah membahas kemungkinan memperluas penempatan senjata nuklir di Eropa dengan melibatkan lebih banyak negara anggota NATO dalam program berbagi nuklir di internal aliansi tersebut.
Laporan Financial Times menyebut diskusi itu mencakup kemungkinan penggunaan pangkalan di Polandia dan negara-negara Baltik untuk menempatkan pesawat jet tempur yang mampu membawa senjata nuklir.
Mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, disebutkan bahwa AS membuka peluang untuk memperluas penempatan di luar enam negara Eropa yang saat ini terlibat dalam pengaturan berbagi nuklir NATO.
Pembahasan difokuskan pada penempatan dual-capable aircraft (DCA), yakni pesawat yang dapat membawa senjata konvensional maupun nuklir.
Saat ini, seperti dikutip dari Euronews, Selasa, 2 Juni 2026, pesawat pembawa senjata nuklir NATO ditempatkan di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belgia, dan Belanda.
Program berbagi nuklir NATO memungkinkan sejumlah negara anggota menyimpan senjata nuklir Amerika Serikat dan mengoperasikan pesawat yang dapat digunakan untuk pengiriman senjata tersebut pada masa perang.
Aliansi NATO selama ini memandang pengaturan tersebut sebagai bagian penting dari strategi pencegahan kolektif untuk menjaga keamanan kawasan.
Sejumlah pakar memperkirakan sekitar 100 bom nuklir B61 milik AS disimpan di pangkalan-pangkalan militer di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.
Hingga kini, Gedung Putih, Pentagon, maupun NATO belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Wacana perluasan penempatan senjata nuklir muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa akibat perang Rusia-Ukraina dan memburuknya hubungan NATO dengan Moskow.
Baca juga: Norwegia Resmi Bergabung dalam Skema Penangkal Nuklir Milik Prancis