Permudah Wisatawan, Kemenhut Luncurkan Aplikasi Tiket Digital

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.

Permudah Wisatawan, Kemenhut Luncurkan Aplikasi Tiket Digital

Cahya Mulyana • 4 June 2026 21:36

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni resmi meluncurkan aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional'. Langkah guna mempermudah masyarakat mengakses informasi sekaligus memesan tiket kunjungan ke berbagai kawasan konservasi di seluruh Indonesia.

"Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita yang kini telah berjalan sekitar 93 persen dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,” ujar Raja Juli dalam rangkaian pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) di Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 4 Juni 2026.
 


Melalui integrasi aplikasi baru ini, pelancong kini tidak hanya bisa membeli tiket daring. Tetapi juga dapat menggali informasi detail mengenai destinasi wisata alam dalam satu platform.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam. Dengan tingginya antusiasme publik, ia menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kawasan konservasi tersebut mampu memberikan pengalaman berwisata yang aman dan juga nyaman.

“Saya sebagai Menteri Kehutanan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan taman nasional dan taman wisata alam yang bapak ibu kunjungi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh pengunjung,” kata dia.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.

Dia menekankan pentingnya perombakan sistem pengelolaan digital. Raja Juli menceritakan pengalamannya saat awal menjabat sekitar satu setengah tahun lalu, di mana sistem penjualan tiket masuk di sejumlah objek wisata alam kedinasan terpantau masih menggunakan cara konvensional berupa karcis sobek manual.

“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” urai Raja Juli.

Raja Juli juga berkomitmen mengatasi kendala jaringan internet maupun pasokan listrik di area terpencil. Upaya ini dengan memanfaatkan teknologi alternatif seperti panel surya.

“Pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” jelas Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)