Kebakaran Melanda Permukiman Padat Penduduk di Balikpapan

Bencana kebakaran menghanguskan sejumlah rumah warga di Jalan Dahor II, Balikpapan Barat.( MI/Ervan Masbanjar)

Kebakaran Melanda Permukiman Padat Penduduk di Balikpapan

Media Indonesia • 21 August 2026 00:41

Balikpapan: Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Dahor II, Balikpapan Barat, Kota Balikpapann, Kalimantan Timur. Api dengan cepat membesar dan diperkirakan menghanguskan sekitar 11 rumah warga di RT 48 dan RT 49.

Kepala Pelakana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.30 WITA. 

“Kebakaran berlangsung di kawasan permukiman yang cukup padat. Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar, terlebih sebagian bangunan warga menggunakan material kayu,” kata Usman, di Balikpapan, Kamis, 11 Agustus 2026. 
 


Berdasarkan pendataan sementara, terdapat delapan rumah di bagian depan kawasan yang terdampak kebakaran. Petugas masih melakukan pendinginan sehingga jumlah bangunan yang terbakar belum dapat dipastikan.

"Informasi yang terdata di depan ada delapan, yang di belakang ini kita belum bisa memasuki ke dalam karena memang situasinya masih pendinginan," beber Usman.

Ia memperkirakan sekitar 11 rumah terdampak kebakaran. Petugas berhasil menguasai api sekitar 30 menit setelah pemadaman dimulai, lalu melanjutkan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Dalam proses pemadaman kami menghadapi kendala karena lokasi kebakaran di tengah permukiman dengan akses jalan yang sangat sempit seperti gang ukuran lebih satu meteran saja. Sehingga menyulitkan mobil pemadam mendekati lokasi kebakaran," tuturnya.

Selain itu akses yang sempit, sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka ketika petugas melakukan pemadaman. Petugas tidak bisa leluasa melakukan pemadaman.

“Kami mengerahkan sekitar 15 unit armada dari enam sektor dan dua pos untuk menangani kebakaran tersebut. Pemadaman juga mendapat bantuan dari unsur lain, termasuk Brimob serta unit pemadam dari sejumlah perusahaan,” ucapnya.

Menurutnya, keterlibatan armada lintas instansi menjadi penting dalam penanganan kebakaran di permukiman padat. Pihaknya juga kerap berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dari perusahaan, termasuk Pertamina, dalam menangani kejadian kebakaran.

Untuk diketahui, BPBD belum menerima informasi mengenai adanya korban jiwa hingga proses pendinginan masih berlangsung. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman.

"Untuk saat ini informasi belum ada. Nanti kita akan memeriksa setelah pendinginan selesai," ujarnya.

Seorang warga bernama Rani menuturkan, kobaran api pertama kali terlihat ketika dirinya baru bangun tidur. Saat itu, api sudah membesar dari salah satu rumah di bagian ujung permukiman.

"Api itu sudah besar, tapi rumah yang paling ujung pertama. Rumahnya namanya Rumah Niskar," ungkap Rani.

Api dengan cepat membesar karena bangunan rumah yang terbakar berbahan kayu. Kondisi permukiman yang sebagian besar dihuni pekerja pada pagi hari juga membuat sejumlah rumah dalam keadaan kosong.

“Saya tidak terdengar suara ledakan sebelum kebakaran dan tidak ada pemadaman listrik yang terjadi sebelum api muncul. Warga baru mengetahui kejadian setelah terdengar teriakan warga lain saat melihat kobaran api membesar,” jelasnya. (Ervan Masbanjar)

(Silvana Febiari)