Pemerintah Beri Penghormatan untuk Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB

Pemerintah Beri Penghormatan untuk Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki

Muhammad Adyatma Damardjati • 22 August 2026 23:38

Jakarta: Jakarta: Misi kemanusiaan penanganan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai kabar duka. Seorang relawan kemanusiaan yang juga merupakan founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki bin Ali Hamzan, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas membantu para penyintas bencana di Kabupaten Manggarai.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi kabar duka tersebut dalam penyampaian perkembangan penanganan gempa darurat pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa almarhum menghembuskan napas terakhirnya saat berada di posko relawan.

"Almarhum meninggal dunia pada tanggal 21 Agustus 2026 tepatnya hari Jumat kemarin pada pukul 16.04 WITA di Posko Damer, Kecamatan Reok," ujar Berton dalam konferensi pers.

Mewakili negara, Berton menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian sosok yang telah mengorbankan waktu dan tenaganya di garis depan. Keberadaan para relawan di lapangan saat ini merupakan pilar yang sangat krusial dalam mempercepat penanganan darurat bagi ratusan ribu warga terdampak.

"Pemerintah menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian almarhum dalam misi kemanusiaan," kata Berton.


Ahmad Zaki bin Ali Hamzat, 38, pendiri (founder) Yayasan Gerak Bareng. (IG: ahmadzaki_ali)

Pihak BNPB juga mengirimkan simpati dan dukungan moral secara langsung kepada pihak keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.

"Kepada istri, anak, dan keluarga almarhum yang ditinggalkan semoga tetap diberikan ketabahan dan keikhlasan," ujar Berton.

Kepergian Ahmad Zaki menjadi simbol nyata dari pengorbanan tanpa pamrih para relawan. Saat ini, tercatat ada 903 personel relawan dari 104 lembaga yang terus bekerja bahu-membahu bersama aparat TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak gempa NTT.

(Gabriella Thesa Widiari)