PPKS di Jaksel Didominasi dari Daerah Penyangga Jakarta

Seorang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diamankan oleh petugas Dinas Sosial di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar/am.

PPKS di Jaksel Didominasi dari Daerah Penyangga Jakarta

Siti Yona Hukmana • 2 March 2026 12:59

Jakarta: Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan mengatakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Jakarta Selatan (Jaksel) didominasi dari daerah penyangga Jakarta. Sebanyak 16 PPKS diamankan selama awal Ramadan.

"Jakarta Selatan merupakan wilayah perbatasan dengan sejumlah daerah penyangga, seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi sehingga mobilitas PPKS cukup tinggi," kata Kepala Sudinsos Jakarta Selatan Bernard Tambunan seperti dilansir dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.

Bernard menyebut dalam penjangkauan di titik-titik rawan, pihaknya melakukan pendekatan berupa imbauan dan asesmen untuk mengetahui latar belakang setiap individu, termasuk keberadaan keluarga di Jakarta atau merupakan pendatang. Bila hasil asesmen menunjukkan orang terlantar dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan merujuknya ke panti sosial untuk pembinaan.

Terlebih, kata Bernard, peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan lebaran kerap diikuti bertambahnya PPKS di ruang-ruang publik. Sehingga, pengawasan dilakukan lebih intensif pada periode tersebut.

"Biasanya, Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) meningkat menjelang bulan suci Ramadhan hingga arus mudik dan Lebaran," ucap Bernard.

Pengamanan PPKS dan jukir di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Sementara jumlah PPKS di Jaksel, dinilai fluktuatif dan tidak dapat dipastikan naik atau turun setiap bulan. “Kalau per bulan, kadang ramai, kadang tidak. Tapi yang perlu kita antisipasi itu menjelang Ramadan, saat lebaran, dan setelah arus mudik,” tutur Bernard.

Sudinsos Jakarta Selatan mengamankan 16 PPKS selama periode awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dari total 16 orang yang terjaring, kelompok gelandangan dan pengemis mendominasi, dengan masing-masing berjumlah lima orang. Selain itu, petugas mengamankan tiga orang dalam kategori terlantar, satu orang dengan disabilitas mental, satu orang lanjut usia (lansia) terlantar, dan satu orang kategori non-PPKS. Namun, bila dibandingkan dengan Ramadan tahu lalu pada Maret 2025, angka tersebut masih terlampau jauh, yakni 114 orang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)