Ilustrasi. Foto: Magnific.
ESG Buka Akses Pembiayaan dan Perluas Peluang Pertumbuhan Usaha
Ade Hapsari Lestarini • 12 August 2026 19:01
Jakarta: Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dinilai semakin penting dalam memperkuat akses pembiayaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha, khususnya usaha rintisan dan UMKM.
ESG tidak lagi sekadar menjadi bagian dari pelaporan perusahaan, tetapi mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun bisnis yang tangguh, meningkatkan kesiapan usaha, serta membuka koneksi dengan investor dan sumber pendanaan.
Anggota Dewan Juri ESG Award 2026 by KEHATI, Ongki Kurniawan, mengatakan penerapan ESG perlu diterjemahkan ke dalam praktik bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun masyarakat.
"ESG bukan lagi sekadar memenuhi ekspektasi regulator atau investor. ESG telah menjadi fondasi bagi perusahaan untuk membangun bisnis yang tangguh, dipercaya, dan relevan dalam jangka panjang," ujar Ongki dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut dia, penerapan ESG juga semakin berkaitan dengan kemampuan perusahaan menciptakan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang bertanggung jawab. Penguatan praktik ESG dinilai dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, mengelola keuangan, mengembangkan produk, hingga membangun kesiapan untuk mengakses pembiayaan.
ESG dorong kesiapan bisnis
Perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya inisiatif yang menghubungkan pelaku usaha dengan akses pembelajaran, pendampingan, jaringan bisnis, serta sumber pembiayaan. Salah satunya dilakukan KUMPUL yang sejak 2015 berperan sebagai ecosystem enabler bagi perusahaan tahap awal melalui kolaborasi dengan pemerintah, korporasi, serta mitra pembangunan.
Sejak 2022, KUMPUL mengintegrasikan kerangka ESG dalam berbagai inisiatif yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan penghidupan terhadap perubahan iklim, kesetaraan gender, serta transformasi digital yang etis dan bertanggung jawab. Sepanjang 2025 hingga Mei 2026, sebanyak 14 inisiatif berbasis ESG telah dijalankan dan menjangkau lebih dari 10 ribu penerima manfaat melalui program pelatihan, masterclass, dan lokakarya di berbagai daerah.
Upaya penguatan kapasitas tersebut juga didukung melalui tujuh publikasi riset, termasuk KUMPUL Impact Report 2025 dan studi mengenai pembiayaan yang responsif terhadap gender.

Chairperson dan Founder KUMPUL Faye Wongso mengatakan penerapan ESG perlu diarahkan untuk membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak solusi berdampak berkembang dan memperoleh akses terhadap sumber daya.
"ESG bukan sekadar framework pelaporan, tetapi cara membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak solusi berdampak bisa bertumbuh," ujar Faye.
Menurut dia, kolaborasi antara startup, UMKM, pemerintah, korporasi, investor, dan mitra pembangunan dapat membantu mempertemukan inovasi dengan kebutuhan pasar dan sumber pendanaan.
Pembiayaan berdampak
Salah satu contoh penguatan akses pembiayaan dilakukan melalui program EmPower II yang merupakan kolaborasi UN Women, United Nations Environment Programme, dan KUMPUL.
Program tersebut menerapkan skema de-risking bagi lebih dari 400 usaha ultra mikro perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Program kemudian direplikasi di Jawa Barat dan Jawa Timur untuk mendukung adopsi teknologi cerdas iklim. Selain itu, fasilitasi kesiapan bisnis terhadap tiga impact-driven startup, yakni Nexmedis, Waterhub, dan DoctorTool, turut membantu ketiga perusahaan memperoleh pendanaan lebih dari USD3,3 juta.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas dan kesiapan bisnis dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi pelaku usaha untuk terhubung dengan sumber pembiayaan. Ke depan, penguatan akses tersebut diarahkan melalui eksplorasi skema catalytic financing dan de-risking mechanism. Skema tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan organisasi, mengurangi risiko, serta terhubung dengan lebih banyak sumber pendanaan.
Faye mengatakan pengembangan ekosistem bisnis berbasis ESG akan terus diarahkan untuk mempertemukan solusi berdampak dengan peluang investasi.
"Yang kami lakukan adalah memastikan inovasi tidak berhenti di tahap ide, tetapi benar-benar menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan," kata dia.
Penerapan ESG dengan demikian tidak hanya menjadi bagian dari agenda keberlanjutan, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk memperkuat daya tahan bisnis, memperluas akses pembiayaan, dan membuka peluang pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.