Presiden AS Donald Trump. (EFE)
Trump Sebut Secret Service Minta Dirinya Diam-diam Ganti Pesawat di Turki
Muhammad Reyhansyah • 12 August 2026 12:47
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap bahwa Secret Service dan militer AS memintanya menggunakan pesawat berbeda saat meninggalkan Turki bulan lalu setelah menghadiri KTT NATO. Keputusan tersebut disebut diambil atas pertimbangan keamanan.
Mengutip Anadolu, Rabu, 12 Agustus 2826, Trump mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Secret Service dan militer sehingga dirinya hanya mengikuti arahan yang diberikan.
"Itu sepenuhnya tergantung Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka inginkan. Jadi saya mengikuti Secret Service dan militer. Mereka ingin saya menggunakan penerbangan berbeda, pesawat berbeda, dengan tingkat keamanan yang sama," kata Trump kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, setelah kembali dari Ohio, Selasa, 11 Agustus 2026.
"Mereka menginginkan saya melakukannya, jadi saya melakukannya. Saya melakukan apa yang mereka katakan," lanjutnya.
Trump mengatakan dirinya menduga terdapat ancaman terhadap dirinya saat itu, meski mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai ancaman yang dimaksud.
"Saya kira ada ancaman di luar sana. Saya sebenarnya tidak terlalu banyak bertanya mengenai hal itu. Saya mendapat banyak ancaman," ujarnya.
Trump kemudian mengatakan ancaman terhadap dirinya merupakan konsekuensi dari posisinya sebagai presiden.
"Saya mendapat banyak ancaman. Saya mendapat banyak ancaman yang tidak Anda ketahui. Setiap presiden yang berpengaruh menghadapi banyak ancaman," katanya.
Ia bahkan mengklaim dirinya mungkin merupakan presiden AS yang paling berpengaruh.
Dipindahkan secara Diam-diam
Pernyataan Trump disampaikan setelah ia ditanya mengenai laporan The Washington Post yang menyebut dirinya diam-diam berganti pesawat setelah sebelumnya terlihat menaiki Air Force One di Ankara.Menurut laporan tersebut, Trump dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer yang lebih kecil dalam sebuah operasi yang dirahasiakan. Sementara itu, Air Force One tetap melanjutkan penerbangan dengan membawa sejumlah pejabat Gedung Putih, personel keamanan, dan wartawan.
The Washington Post melaporkan operasi tersebut dilakukan karena adanya dugaan ancaman pembunuhan dari Iran terhadap Trump.
Trump disebut dipindahkan dari Air Force One menggunakan kendaraan katering bandara sebelum kemudian menaiki pesawat militer lainnya.
Operasi tersebut berlangsung setelah Trump menghadiri KTT NATO di Ankara pada 7-8 Juli 2026.
Dalam pernyataannya, Trump tidak secara langsung mengonfirmasi adanya ancaman pembunuhan dari Iran. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya menerima banyak ancaman dan keputusan untuk menggunakan pesawat berbeda dibuat oleh Secret Service dan militer AS demi alasan keamanan.
Baca juga: Trump Diam-Diam Tinggalkan Turki dengan Pesawat Militer karena Ancaman Iran