Mendag: Program MBG Bantu Serap Pasokan Ayam dan Telur Peternak

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: Biro Humas Kemendag.

Mendag: Program MBG Bantu Serap Pasokan Ayam dan Telur Peternak

Husen Miftahudin • 12 August 2026 15:27

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membantu menyerap pasokan telur dan daging ayam dari peternak. Menurut Budi, penyerapan melalui program MBG menjadi salah satu saluran bagi produk peternakan untuk terserap di pasar.

"Penyerapan di SPPG ya, jadi SPPG ini sangat membantu atau MBG sangat membantu untuk penyerapan produk-produk telur dan daging," ujar Budi di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Selain penyerapan melalui program MBG, pemerintah memperpanjang program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pakan (SPHP) pakan untuk membantu menekan biaya produksi di tingkat peternak.

"Tadi kan Pak Kepala Bapanas Pak Amran juga menyampaikan akan memperpanjang SPHP untuk pakan ya sampai Desember," kata dia.

Budi mengatakan harga telur dan daging ayam di tingkat peternak masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun harga acuan pemerintah. Untuk telur ayam, harga rata-rata nasional disebut berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram, sedangkan HET ditetapkan sebesar Rp30 ribu per kilogram.

"Kalau telur misalnya ya, harga rata-rata nasionalnya Rp26 ribu, HET-nya kan Rp30 ribu. Kemudian harga ayam, harga rata-rata nasional Rp36 ribu, harga acuannya Rp40 ribu," ujar Budi.
 



(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
 

Salurkan surplus pasokan antarwilayah


Budi menambahkan pemerintah juga menggenjot business matching antardaerah guna menyalurkan surplus pasokan, terutama ke wilayah Indonesia bagian timur yang masih membutuhkan pasokan.

"Terus yang kedua dari kemarin ya antardaerah. Ya, dari beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan business matching antarwilayah," terang dia.

"Jadi kita ingin menyuplai dari yang daerah surplus ini ke daerah yang kurang ya, artinya kurang pasokannya, terutama di wilayah timur. Kemarin sudah berapa kali Zoom meeting, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dikirim," jelas Budi menambahkan.

Pemerintah berharap mekanisme distribusi antardaerah tersebut dapat membantu menyalurkan kelebihan pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan di wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan.

(Husen Miftahudin)