Helikopter Tim Medis Udara Jatuh di Malaysia, Lima Orang Tewas

Kecelakaan helikopter Flying Doctor Service di Malaysia. Foto: Facebook/Sarawak Edisi Khas

Helikopter Tim Medis Udara Jatuh di Malaysia, Lima Orang Tewas

Fajar Nugraha • 9 September 2026 18:31

Sarawak: Lima orang tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah utara Sarawak, Malaysia pada Selasa 8 September 2026, sementara tim penyelidik kecelakaan udara dijadwalkan tiba di Miri pada Rabu 9 September 2026 untuk membantu penyelidikan.

Tim dari Biro Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) diperkirakan tiba di Miri pada pukul 14.00, kata Kepala Eksekutif Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), Norazman Mahmud.

"Bangkai helikopter di lokasi kejadian tidak akan diganggu sesuai instruksi AAIB. lokasi tersebut telah dipasangi garis pembatas dan diamankan," ujar Norazman sebagaimana dikutip oleh media lokal New Straits Times, yang dilansir dari Channel News Asia.

“Pihak berwenang akan melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian pada Rabu,” tambah Norazman.

Sang pilot, seorang petugas medis, seorang asisten petugas medis, dan dua perawat tewas setelah helikopter Flying Doctor Service atau Layanan Dokter Terbang jatuh di dekat STOLport (bandara dengan landasan pacu pendek untuk lepas landas dan mendarat) Long Lellang di distrik Marudi.

Layanan "dokter terbang" biasanya menggunakan pesawat untuk memberikan perawatan medis, transportasi darurat, dan layanan klinis bagi wilayah pedesaan atau terpencil.

Long Lellang berjarak sekitar 930 km dari ibu kota negara bagian Sarawak, Kuching. Miri adalah kota besar terdekat, yang berjarak sekitar 310 km dari lokasi tersebut.

Menurut informasi awal dari Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara (AFRS) Miri, helikopter tersebut jatuh di dekat ujung landasan pacu di Long Lellang sekitar pukul 15.40, demikian dilaporkan media The Star.

Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad mengonfirmasi bahwa tenaga kesehatan yang meninggal dunia tersebut sedang dalam tugas resmi.

Dokter yang menjadi korban telah diidentifikasi sebagai Ainul Baroah Kamaruddin asal Kelantan. Adik iparnya, Nureez Mohd Pauzi, mengonfirmasi kematian Dr. Ainul melalui unggahan di Facebook setelah kecelakaan terjadi. Identitas korban lainnya belum diketahui.

Norazman mengatakan pihak kepolisian akan menangani proses identifikasi dan penyelidikan di Rumah Sakit Miri, termasuk mencocokkan DNA korban dengan DNA keluarga mereka.

(Fajar Nugraha)