Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Kemendag Ungkap Cara AI Bantu UMKM Tembus Pasar Global
Ade Hapsari Lestarini • 9 September 2026 18:02
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperluas pemasaran dan menjangkau pasar global.
Dorongan tersebut dilakukan melalui Program Pendampingan UMKM "Gapai Pasar Global dengan AI" yang digelar Kemendag bersama Meta Indonesia dan UKMIndonesia.id. Program berlangsung Juli hingga September 2026 dengan melibatkan 200 pelaku UMKM di Batam, Bandung, dan Jakarta.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan peningkatan kualitas produk perlu diikuti kemampuan pemasaran agar UMKM dapat menjangkau konsumen secara lebih luas.
"Kalau jualan itu tidak hanya produknya bagus. Produk bagus itu syarat utama. Setelah itu, bagaimana cara kita berjualan," ujar Budi dalam pembukaan pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Budi, keterbatasan biaya dan kemampuan promosi masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku UMKM. Kondisi tersebut dapat membatasi jangkauan produk, termasuk untuk pasar luar negeri.
Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu pelaku usaha membuat materi promosi, menentukan target pasar, dan menjangkau calon pembeli dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Kalau kita tidak mengikuti perkembangan sementara pihak lain memanfaatkan semuanya, kita nanti akan tertinggal. Jadi, kita harus bergerak cepat, terutama untuk UMKM," kata Budi.
Program tersebut memberikan pelatihan melalui lokakarya, pendampingan, webinar, dan pembelajaran langsung. Materi yang diberikan mencakup riset pasar, pembuatan konten, pemasangan iklan digital, hingga persiapan memasuki pasar ekspor.
Dari total 200 peserta, sebanyak 50 UMKM berasal dari Batam, 50 UMKM dari Bandung, dan 100 UMKM mengikuti pelatihan di Jakarta. Budi mengatakan keterampilan yang diperoleh peserta juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran di dalam negeri.
"Pasar di dalam negeri juga besar. Jadi, teknologi ini juga bisa digunakan untuk pasar dalam negeri," ujar dia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
AI bantu UMKM susun strategi pemasaran
Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia Berni Moestafa mengatakan keterbatasan jangkauan pemasaran masih menjadi salah satu tantangan UMKM, khususnya dalam menjangkau konsumen di luar negeri.
"Satu tantangan konsisten yang kami temukan adalah discoverability. Kami tidak ragu dengan kualitas produk UMKM Indonesia. Namun, yang menjadi kendala adalah exposure-nya masih terbatas, terutama di luar negeri," ujar Berni.
Menurut dia, AI dapat digunakan untuk membantu pelaku UMKM menyusun strategi pemasaran, mengembangkan konten visual, membuat materi iklan, hingga menerjemahkan keterangan produk ke bahasa negara tujuan.
Founder UKMIndonesia.id Dewi Meisari mengatakan penguasaan teknologi menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran.
Menurut Dewi, sebagian peserta merupakan pelaku usaha mikro dan kecil yang belum banyak memiliki pengalaman beriklan, khususnya untuk menjangkau pasar global. Keterbatasan biaya promosi juga menjadi salah satu hambatan dalam pembuatan materi pemasaran.
Dewi mengatakan AI dapat membantu pelaku usaha menghasilkan materi promosi dengan memanfaatkan foto produk yang sudah dimiliki, sehingga kebutuhan biaya untuk produksi materi iklan dapat ditekan.
"Sekarang menjadi affordable, syaratnya hanya mau belajar caranya," ujar Dewi.
Selain membuat materi promosi, AI dapat membantu UMKM menentukan target iklan secara lebih spesifik sehingga produk dapat ditawarkan kepada calon konsumen yang sesuai. (Selsha Septifanie Gunawan)