Erupsi Gunung Lewotolok di Lembata, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) (ANTARA/HO/Pos Pemantau)
BMKG Ungkap Daftar Wilayah Sebaran Abu Vulkanik Semeru, Ibu, dan Dukono
Lukman Diah Sari • 14 September 2026 10:01
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sebaran abu vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia, mulai dari Anak Krakatau, Semeru, hingga Ibu, per pukul 07.00 WIB, Senin, 14 September 2026. Tercatat sebaran abu di sejumlah wilayah.
Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9, sebaran debu vulkanik teridentifikasi dari:
-
Gunung Dukono: Sebaran mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Utara dan Perairan Barat Daya Morotai.
-
Gunung Ibu: Sebaran mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Teluk Kao.
-
Gunung Semeru: Sebaran mencakup sebagian Kabupaten Lumajang.
-
Gunung Anak Krakatau: Tidak terdeteksi
-
Gunung Lewotobi: Tidak terdeteksi
"Prakiraan cuaca di sekitar gunung api yang dipantau umumnya cerah berawan hingga berawan tebal," sebut BMKG. BMKG mencatatkan sebaran abu vulkanik belum dapat dipastikan karena wilayah gunung api tertutup awan. BMKG mengingatkan untuk abu vulkanik yang tidak terdeteksi, bukan berarti nihil paparan abu.
"Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat," pesan BMKG.
Dampak Abu Vulkanik
Kesehatan:
-
Iritasi mata dan kulit
-
Batuk dan gangguan pernapasan
-
Memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan
Tranportasi:
-
Mengurangi jarak pandang
-
Membuat jalan licin
-
Menganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara
-
Menganggu fungsi mesin dan peralatan transportasi
-
Menganggu navigasi dan operasional transportasi darat, laut, maupun udara
-
Menyebabkan keterlambatan, pengalihan rute, hingga penghentian sementara
-
Meningkatkan risiko kecelakaan apalagi konsentrasi abu cukup tebal