Selat Bab el-Mandeb yang menjadi pintu masuk ke Laut Merah. Foto: Press TV
Iran Minta Houthi Tutup Laut Merah jika AS Serang Infrastruktur Energi
Muhammad Reyhansyah • 17 July 2026 14:13
Teheran: Iran dilaporkan meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb apabila Amerika Serikat (AS) menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.
“Dua sumber senior Iran dan satu sumber regional yang mengetahui pembahasan itu mengatakan pesan tersebut telah disampaikan kepada kelompok Houthi di Yaman,” sebut laporan Reuters yang dikutip Channel News Asia, Jumat 17 Juli 2026.
Sumber-sumber tersebut menyebut Houthi baru-baru ini menerima permintaan dari Teheran, meski tidak menjelaskan bagaimana pesan itu disampaikan maupun kapan tepatnya.
Seorang sumber yang dekat dengan Houthi mengatakan kelompok tersebut telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang jalur pelayaran dengan menempatkan rudal dan drone di sekitar Selat Bab el-Mandeb yang menjadi pintu masuk ke Laut Merah.
Jika terealisasi, langkah tersebut berpotensi memperburuk krisis energi global. Pasalnya, Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur utama pengiriman minyak melalui Laut Merah, sementara lalu lintas di Selat Hormuz juga terganggu akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Gangguan pada kedua jalur tersebut secara bersamaan berisiko menghambat dua rute utama ekspor minyak dari Timur Tengah.
Laporan Reuters juga menyebut personel Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang berada di Yaman akan menentukan waktu penutupan Selat Bab el-Mandeb.
Sementara itu, data perusahaan analitik Kpler menunjukkan sembilan kapal melintasi Selat Hormuz pada Rabu, sehari setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran. Jumlah tersebut turun dibandingkan 13 kapal pada hari sebelumnya.