BPBD Garut Pantau Wilayah Selatan Usai Gempa Sukabumi

Suasana pantai di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/Feri Purnama

BPBD Garut Pantau Wilayah Selatan Usai Gempa Sukabumi

Silvana Febiari • 19 July 2026 21:50

Garut: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat memantau kondisi wilayah selatan atau pesisir setelah gempa magnitudo 5,0 mengguncang pantai selatan Sukabumi.

Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah membenarkan adanya laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait gempa bumi di selatan Sukabumi. Namun, hingga kini wilayah Garut yang berada satu garis pantai dengan Sukabumi tidak merasakan guncangan kuat akibat gempa tersebut.

"Monitoring wilayah Garut tidak terasa," kata Abud, dilansir dari Antara, Minggu, 19 Juli 2026. 
 


Berdasarkan laporan BMKG, gempa terjadi pukul 15.11.06 WIB dengan magnitudo terbaru 4,8. Pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 52 kilometer.

Gempa bumi dangkal yang terjadi di dasar laut tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil kajian BMKG. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai gempa susulan.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.


Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/McCarony


Laporan BMKG menunjukkan guncangan gempa dirasakan di sejumlah daerah, seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Bogor. BPBD terus memantau aktivitas gempa susulan serta memperbarui informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan retak atau rusak. 

(Silvana Febiari)