BGN Diperkuat 5 Deputi Baru, Ini Profilnya

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Metro TV/Iqbal

BGN Diperkuat 5 Deputi Baru, Ini Profilnya

Achmad Zulfikar Fazli • 21 July 2026 19:35

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) diperkuat lima deputi baru untuk menggantikan pejabat lama. Pengangkatan pejabat baru ini diharapkan dapat menyukseskan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan surat pengangkatan lima deputi baru ini telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 20 Juli 2026. Menurut dia, pengangkatan deputi baru ini sangat penting untuk memperkuat BGN dalam memperbaiki tata kelola MBG.

"Tentu kami sangat senang karena BGN membutuhkan tim yang kuat untuk bersama-sama memperbaiki kelembagaan BGN sekaligus menyempurnakan Program MBG," kata Agustina di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.

Agustina mengatakan dengan penggantian pejabat tersebut, setiap rupiah yang dikelola untuk anggaran MBG dapat dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.


Badan Gizi Nasional (BGN) memperkenalkan lima deputi baru di Gedung BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Profil Deputi Baru

Kelima daftar pejabat yang baru saja dilantik sebagai pimpinan tinggi madya tersebut, yaitu Lili Familia sebagai Sekretaris Utama BGN yang sebelumnya merupakan Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN.

Lili berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan pengalaman sekitar 32 tahun, khususnya di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Kemudian, Prima Yosephine selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN. Dia merupakan seorang dokter dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat dan berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan keahlian di bidang epidemiologi, imunisasi, dan penanggulangan penyakit menular.

Lalu, Ketut Sumedana selaku Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN. Dia memiliki pengalaman lebih dari 28 tahun di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan juga bergelar doktor ilmu hukum untuk mengawasi berbagai persoalan di lapangan, termasuk dugaan keracunan atau penyimpangan lainnya.

Selain itu, Zainuri selaku Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN. Dia sebelumnya memiliki pengalaman sebagai Kepala Biro Keuangan di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta memiliki sertifikasi Certified Fraud Examiner (CFE) dan berbagai sertifikasi lain, termasuk di bidang pengadaan barang dan jasa.

Terakhir, Mariman Darto selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN. Sebelumnya dia merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Latar belakangnya di bidang ekonomi, perencanaan, serta kebijakan publik. Pengalaman di bidang kebijakan publik itu penting karena menjadi jembatan antara konsep besar dan implementasi di lapangan.

(Achmad Zulfikar Fazli)